Tips Mengendalikan Emosi Agar Tetap Tenang

KesehatanGoSulbar.com -- Kesehatan diri Anda ditentukan oleh emosi diri sendiri. Mengendalikan emosi menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan agar tetap tenang dalam keadaan apapun. Emosi dan mental saling terkait. Tips mengendalikan emosi agar tetap tenang, tidak cukup sekedar diketahui saja. Harus ada keinginan yang kuat untuk menjaga emosi tetap stabil. Jiwa dan mental yang sehat menentukan kualitas diri setiap indivudu. Ada beberapa hal yang menyangkut dengan pengendalian emosional seseorang seperti, intelektual, emosi sendiri, dan spiritual.

Mengendalikan emosi berarti menjaga jiwa tetap sehat, olehnya itu sangat diperlukan polah hidup yang sehat. Menjalankan pola hidup yang sehat menjadi cara pengendalian emosi. 

Berikut ini beberapa cara mengendalikan emosi

1. Pola Hidup Sehat

Emosi seseorang bisa dipengaruhi oleh cara hidupnya, makanan yang dikonsumsi juga mempengaruhi emosi. Nah agar tetap tenang Anda perlu melakukan beberapa hal dalam menjaga pola hidup sehat. Misalnya, setiap pagi olahraga, mandi sudah pastinya (kan tidak semua orang mau mandi pagi toh 😀 ) selanjutnya makanan. Makanan juga menentukan emosi seseorang.

Orang yang terlalu sering mengkonsumsi daging berbeda tingkat emosinya dengan yang jarang makan daging. Mengapa daging berpengaruh? sebab dalam kandungannya terdapat zat-zat yang bisa memicu naiknya tekanan darah. Beberapa daging yang memicu tekanan darah seperti kambing, sapi, dan jenis daging merah lainnya.

2. Pengendalian Nafsu (seks)

Seks juga menentukan emosi seseorang, seorang yang belum menikah dan yang telah menikah tingkat emosionalnya berbeda. Bagi yang belum menikah mungkin melampiaskan nafsunya dengan masturbasi bahkan yang sudah menikah sekalipun masih melakukan ini jika tidak mendapat kepuasan dari pasangannya.

Emosi dan mental seseorang akan berbeda dengan lainnya jika dia sering melakukan masturbasi. Orang yang sering masturbasi kadar emosinya lebih tinggi. Emosi orang yang sering melakukan masturbasi juga berpengaruh pada watak dan mentalnya. Bisa saja otaknya juga berpengaruh, sehingga jiwanya juga ikut terpengaruh. Bahkan kehidupan sosial orang yang sering masturbasi jadi tidak bagus, dia akan jadi pemalu, tidak percaya diri, susah bergaul, sensitif, emosial, tempremen, selalu merasa rendah diri, tidak punya semangat, tidak pandai bergaul dan lainnya.

3. Jadilah orang yang Aktif

Mengendalikan emosi agar tetap tenang juga bisa dilakukan dengan menjadi orang aktif. Salah satunya sudah disebutkan yakni olahraga. Olahraga sangat baik untuk kesehatan dan pengendalian emosi. Olahraga yang baik bisa dilakukan secara rutin atau terjadwal. Lakukan dengan yang ringan-ringan saja seperti jalan-jalan pagi, lari, bersepeda santai, fungsi dari olahraga ini ialah untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh. 

Jadi orang aktif juga bisa berupa sosial, semakin banyak orang melakukan interaksi sosial maka semakin luas pemahamannya terhadap dunia luar. Nah pikiran yang terbuka akan membawa diri pada hidup yang sehat dan tenang. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk aktif sosial, seperti berorganisasi, membangun komunitas, membangun kerjasama yang baik dengan keluarga atau tetangga. Namun kecenderungan masyarakat sekarang ini lebih banyak yang sibuk pada dirinya sendiri. Lebih fokus pada materi dan melupakan sosialnya.

4. Belajarlah Menghargai diri Sendiri

Menghargai diri sendiri bisa membantu seseorang untuk mengendalikan emosi, dengan menghargai diri sendiri juga kita bisa lebih tenang. Hal ini maksudnya supaya kita bisa lebih memahami kelebihan pada diri sendiri. Jangan selalu melihat kekurangan diri saja. Merasa rendah diri hanya akan menimbulkan depresi atau kelelahan pikiran saja. Depresi inilah yang bisa memicu munculnya emosi apabila muncul suasana yang tidak mendukung.

5 Berpikir yang Positif

Berpikir yang positif maksudnya tidak hanya soal teman atau lingkungan saja. Berpikir yang positif juga bisa menyangkut suasana batin, atau keadaan tubuh. Tingkat emosional seseorang yang berpikir positif dan orang yang cenderung negatif sangatlah berbeda. Mereka yang lebih banyak negatif akan muncul sebagai pribadi yang sensitif.

Berikut ini sumber-sumber pikiran yang negatif

Nah demikian untuk sementara artikel ini semoga bermanfaat bagi Anda, 

Jangan lupa dibagikan yahh 🙂