Pelayanan Spesial untuk Jessica Tersangka Pembunuh Mirna

JAKARTA, GoSulbar.com ~ Tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica mendapat pelayanan spesial dari pihak kepolisian setelah dirinya meminta agar ditempatkan di ruang spesial dan dipisahkan dari tahanan lainnya. Alasanyya cukup unik dia Jessica takut dibully sesamanya di lapas.

Atas permintaannya itu polisipun mengabulkannya. Tidak hanya itu selain menempati ruangan yang lebih besar 2x3 meter, Jessica juga meminta agar dikirimkan makanan dari rumahnya.

Jessica yang ditahan sejak 30 Januari ini kompromi dengan tim penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya agar ditempatkan di sel tersendiri. Permintaan Jessica dikabulkan tim penyidik dengan pertimbangan agar teman ngopi Mirna ini konsentrasi pada kasusnya dan tidak dibully oleh tahanan lainnya.

Jessica kemudian menempati kamar tahanan di Blok A dengan ukuran 2x3 meter. Kamar sel tahanan yang jauh berbeda 180 derajat dengan kamar pribadinya di rumah tentu membuatnya tidak nyaman. "Ya dia sedih, kenapa nasibnya bisa seperti itu. Siapa juga yang betah di tahanan, enggak ada toh. Ruangannya pengap, nggak ada udara " kata Yudi Wibowo Sukinto, pengacara Jessica.

Jessica juga enggan menyantap jatah makanan tahanan yang disediakan oleh pihak Rutan Polda Metro Jaya. Menu makanan sederhana berupa sayur bening, tahu atau tempe, dan sedikit nasi itu tidak menggugah selera makan Jessica.

Lewat penyidik, Jessica meminta agar keluarganya mengirim makanan kesukaannya. Orang tua dan kuasa hukum Jessica silih berganti mengirim makanan untuk Jessica mulai dari rendang, donat, hingga buah segar.

Tim penyidik tidak mempermasalahkan bila Jessica menghendaki makanan sesuai keinginannya itu. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan seorang tahanan memang dapat mengkonsumsi makanan dari luar. Tahanan bisa memesan makanan lewat penyidik yang nantinya akan diinformasikan ke pihak keluarga atau pengacara.

Menurut Musyafak, kondisi kesehatan Jessica setelah 6 hari ditahan secara umum baik. Berat badan Jessica mengalami kenaikan 0,4 Kg dari sebelumnya 56 Kg menjadi 56,4 Kg. Kondisi ini normal untuk seseorang yang tidak pernah mengalami hidup di dalam sel penjara.

Selain soal makanan, Jessica mengadu mengalami intimidasi di tahanan agar mengakui telah meracuni Mirna. "Jessica disuruh ngaku. Malam-malam didatangi, diintimidasi, 'pokoknya kalau kamu enggak ngaku kamu hukumannya sekian sekian sekian', ditunjuki gambar-gambar," ungkap Yudi.

"Jessica sendiri, dia cerita. Iya Dir-nya sendiri (yang intimidasi). Pertanyaannya itu ada apa ya toh, ada apa? Kok sampai begitu, apa tahanan yang lain itu diperlakukan seperti Jessica seperti itu?. (Diintimidasi) Sampai tanggal 31 saja. Malam-malam lagi, sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Dir-nya (Kombes Krishna) sendiri," imbuh Yudi.

Pengakuan Jessica dibantah oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti. Menurut dia, Jessica diperlakukan baik dan di-interview sesuai fakta-fakta. "Tidak modelan kami terutama saya pribadi melakukan itu. Saya meng-interview berbicara sesuai fakta, beda dengan supaya mengaku," tegas Krishna.