Kemenkumham Memiliki Rumah Rupbasan yang Beroperasi di Mamuju

Jakarta, GoSulbar.com-- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Barat, akhirnya memiliki Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara di Mamuju segera beroperasional pada 2018. Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara berfungsi, sebagai tempat benda yang disita oleh Negara untuk keperluan proses peradilan.

Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Mamuju Jumadi mengatakan, bahwa Rupbasan Mamuju sebentar lagi akan segera beroperasional pada 2018 mendatang. Sebelumnya, dia mengungkapkan, beberapa waktu silam telah dilantik oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Barat sebagai Kepala Rupbasan Mamuju.

“Kami bersama jajaran saat ini melakukan pembenahan gedung kantor mengingat sudah hampir setahun lebih pengerjaan bangunan kantor sudah selesai pembangunannya,” ucapnya saat melakukan peninjauan gedung Rupbasan, Jumat 22 Desember 2017.Jumadi melanjutkan, setelah melakukan pembenahan dan pembersihan gedung. Dia dan jajarannya akan segera melakukan koordinasi dan sosialisasi tugas pokok dan fungsi dengan beberapa penegak hukum lainnya di Sulawesi Barat.

Sekadar informasi, bahwa pembangunan Kantor Rupbasan Mamuju merupakan kucuran dana APBN tahun 2016. Namun baru pada akhir tahun ini akan mulai dirintis dari awal untuk menjalankan salah satu fungsi dari Kemenkumham, yang digunakan untuk tempat benda sitaan bagi keperluan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan, Sabtu (23/12)

Kepala Sub Seksi Administrasi dan Pengelolaan Rupbasan Mamuju Jemmy menambahkan, bahwa benar Kantor Rupbasan yang berada di Kecamatan Kalukku ini akan segera dioperasikan pada 2018 mendatang. Jemmy memastikan, bahwa penggunaan Rupbasan Mamuju memang digunakan sebagai tempat benda sitaan bagi keperluan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan. Namun harus ada surat permintaan dari pejabat yang bertanggungjawab secara juridis atas benda sitaan tersebut.(mt/kp)

Sumber : Kumparan