Kejati Sulselbar Periksa 60 Rekanan dan Pelaksana Proyek APBD Sulbar

Jakarta, GoSulbar.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat terus mendalami kasus dugaan korupsi penyimpangan dana APBD Sulbar tahun anggara 2016 senilai Rp 360 miliar.

Setelah menetapkan empat tersangka unsur pimpinan DPRD Sulbar, penyidik kembali memeriksa sejumlah rekanan dan pelaksana proyek untuk memastikan sejauh mana realisasi proyek dan realisasi anggaran yang digunakan.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin bahwa ada sekitar 60 rekanan dan pelaksana proyek di periksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Pemeriksaan itu digelar secara maraton di kantor Kejaksaan Negeri Polewali Mandar dan Mamuju, Sulawesi Barat. Benar (pemeriksaan 60 rekanan dan pelaksana proyek). "Benar ada 60 rekanan dan pelaksana proyek telah diperiksa," kata Salahuddin.

Penyidik mendalami keterangan terhadap sejumlah rekanan dan pelaksana proyek untuk mengetahui sejauhmana realisasi proyek dan anggaran tersebut.

Apakah sudah digunakan dan sesuai peruntukanya, karena jangan sampai anggaran yang digunakan pada proyek fiktif.

Kejati Sulsel dalam kasus ini telah menetapkan empat orang tersangka unsur pimpinan DPRD Sulbar. Mereka adalah ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara.

Serta tiga orang wakil ketua DPRD, Harun MM, Munandar Wijaya, dan Hamzah Hapati Hasan. Berkas keempat tersangka saati ini masih dalam proses penyusunan sebelum dilimphkan ke pengadilan. (LS)

Sumber : Tribuntimur.com