Faktor Ekonomi dan Kekerasan Rumah Tangga, Ditangani Pengadilan Agama Mamuju Sepanjang Tahunn 2017

Jakarta, GoSulbar.com-- Panitera Muda Pengadilan Agama (PA) Mamuju, Bacong, menyebut media sosial, faktor ekonomi, dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi biang kasus percaraian sepanjang tahun 2017.

Data yang diperoleh TribunSulbar.com di PA Kabupaten Mamuju, sebanyak 389 permohonan perkara gugat cerai yang diterima dalam kurun waktu Januari-Desember.

Dari 389 permohonan perkara gugat cerai yang diterima PA Mamuju selama 2017, tercatat sebanyak 357 perkara telah ditetapkan dan 32 perkara masih dalam proses.

"Mayoritas pasangan muda yang bercerai berumur 25-40 tahun, ada yang sudah beranak 1 hingga 2, ada juga yang belum punya anak, dan lama pernikahan paling tinggi 5-10 tahun," tutur Bacong Selasa (26/12).

Tercatat sekitar 20 persen pemohon atau termohon adalah Aparatus Sipil Negara (ASN).Sebanyak 113 perkara cerai talak yang diterima PA Mamuju, 105 perkara di antaranya telah diputuskan. Sementara perkara cerai gugat sebanyak 276 perkara, 252 kasus di antaranya telah diputuskan di pengadilan.(mt/tt)

Sumber : Tribun Timur