Beberapa Hal yang Harus Anda Tahu Soal Penumbuhan Wirausaha di Jakarta

Potret Penyelenggaraan Bazar Program Jakpreneur, di RPTRA Mangga Dua Selatan, Sawah Besar (Jumat, 6 Maret 2020)

Seorang pemilik usaha kremes ubi bernama Moh Urip bercerita kepada kami mengenai pengembangan usahanya beberapa tahun terakhir. Mulai dari penjualan produknya, jenis produk yang dibuatnya hingga pada sejumlah pelatihan wirausaha dan bazar yang sudah pernah ia ikuti.

"Saya ikut bergabung dengan program pengembangan wirausaha yang dilaksanakan Pemda DKI ini sejak awal tahun 2019" kata Pak Urip saat mengawali pembicaraannya.

Wirausaha di Jakarta sebenarnya sudah menjamur, hampir sebagian besar masyarakat di Ibu Kota Negara ini memiliki usaha sendiri, kendati demikian masih banyak hal yang sangat membutuhkan sentuhan dari pemerintah. Salah satunya adalah penataan tempat berjualan, penataan ruang terbuka dan kawasan tanpa PKL.

Datang dan pergilah ke setiap sudut kampung-kampung di Jakarta, sapa dan ajaklah setiap masyarakat untuk misalnya sekilas bercerita. Maka kamu akan mendapatkan beberapa informasi. Masuklah ke setiap gang-gang sempit di kampung-kampung, maka kamu pun akan bertemu dengan beragam tingkah dan tindakan masyarakat, mulai dari yang acuh, peduli hingga mereka yang sungguh bersemangat untuk maju dan berkembang. Faktanya mereka memang membutuhkan bantuan, mulai dari bantuan modal usaha, bantuan tempat berjualan yang nyaman dan aman, selain itu mereka juga butuh mendapatkan ijin sehingga tidak dihantui rasa takut saat menjajahkan dagangannya.

Hal inilah yang ditemukan oleh sejumlah orang yang tergabung dalam program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT tahun 2019) dan berganti nama menjadi JakPreneur di tahun 2020. Mereka disebut 'Pendamping Kewirausahaan'. Tugasnya adalah mendata sebanyak-banyaknya masyarakat untuk ikut serta dalam pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Bertemu dengan warga masyarakat adalah kesibukan hari-hari mereka, panas, hujan dan beragam kondisi cuaca sudah bagian dari keseharian selama mereka menjalankan tugas. Para PJLP Kewirausahaan tidak hanya dibebankan satu tugas. Berikut ini beberapa tugas PJLP Kewirausahaan yang sempat penulis rangkum; (1) Merekrut masyarakat untuk ikut pelatihan, (2). Mengadakan pelatihan wirausaha, (3). Mendampingan dan membantu mengurus perijinan usaha, hingga pada membantu para wirausahawan untuk mendapatkan akses permodalan ke lembaga penyedia permodalan seperti Bank.

Lalu bagaimana hasilnya? Apakah ini sudah sesuai dengan rencana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menargetkan penumbuhan wirausahawan baru sebanyak 200.000 wirausahawan baru selama lima tahun.

Untuk menjawabnya, saya mencoba mengakses situs pemerintah DKI https://jakpreneur.jakarta.go.id/index hasilnya saya menemukan klaim bahwa sudah 111.108 peserta yang Tergabung Sampai Saat Ini (diakses pada Jumat, 6 Maret 2020).

Secara matematis maka target pencapaian peserta sudah berada pada angka 55,56 persen dari target 200.000 peserta.

Pak Urip yang penulis sebutkan di awal tulisan ini bisa jadi satu dari 111.108 peserta yang terdaftar di situs jakpreneur.jakarta.go.id.

Temukan cerita panjang Pak Urip lewat kanal berikut: https://www.youtube.com/watch?v=TMbV8QnHAcM