Banyu Biru Mundur atau Dipecat dari BIN, Ini Jawabannya

Banyu BiruJAKARTA, GoSulbar.com ~ Aksi Banyu Biru yang melakukan pamer SK pengangkatan sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) sangat disesalkan. Akibat tindakannya tersebut sejumlah kalangan pengamat politik menilai hal tersebut sebagai cerminan suramnya wajah BIN saat ini.

SK yang dipamerkan tersebut nampak ditandatangani oleh Kepala BIN, Sutiyoso pada Minggu, 31 Januari 2016. Aksi Banyu Biru kemudian ramai di media sosial pada awal pekan ini. 

Sangat disayangkan tindakan demikian, sebagaimana diketahui bahwa yang namanya Badan Intelijen dalam menjalankan tugasnya penuh dengan rahasia-rahasia negara. Sehingga apabila terjadi pamer maka rahasia itu otomatis terbongkar ke Publik.

Wakil Ketua DPR bahkan terang-terangan mengatakan bahwa Banyu Biru sebaiknya dipecat saja. Menurut Fahri, Banyu sangat tidak pantas. Sementara itu Fadli Zon yang juga merupakan pimpinan DPR RI mempertanyakan aksi pamer yang dilakukan oleh Banyu Biru.

Ada pihak yang mempertanyakan, apakah sebelum diangkat menjadi bagian dari BIN, Banyu Biru tidak mendapat bekal berupa pelatihan dalam menjaga kerahasiaan negara?

Yang terbaru Rabu, 3 Februari 2016 yakni munculnya pemberitaan mengenai mundurnya Banyu Biru dari BIN. Hal tersebut dilakukannya setelah semakin kuatnya arus desakan warga Indonesia agar Banyu Biru dipecat saja dari BIN.

Yang jadi pertanyaan adalah benarkah Banyu Biru mengundurkan diri atau justru dipecat. Pasalnya hari senin lalu Kepala Badan Intelijen Negara, Sutiyoso mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap lembaga yang dipimpinnya.

"Intinya, nanti semua anggota organik akan kita evaluasi," kata Sutiyoso, Senin (1/2/2016).

Dengan semakin merebaknya polemik seputar unggah surat di Path pribadi Banyu Biru, maka Demi menjaga marwah BIN, Banyu melayangkan surat ke pimpinan BIN menyatakan mundur dari jabatan sebagai salah satu anggota DISK bidang politik BIN. Sekaligus menyampaikan penyesalan dan maaf yg mendalam kepada institusi BIN dan pihak manapun yang terkait atas pembocoran akun Path pribadi dia yang disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Ini bentuk tanggung jawab yang perlu dia lakukan sebagai kesatria," ujar sang ayah, Erros Djarot dalam percakapan singkatnya, Rabu (3/2/2016).

Ditambahkan pula bahwa Peristiwa unggah surat di Path yang menghebohkan ini, menjadi pelajaran sangat berharga bagi Banyu dalam meniti perjalanan hidup ke depan. (dc/nv).