Agar Saya Bisa Jadi Penulis, Khusus Pemula

Tidak heran jika menjadi penulis terbilang susah tapi gampang. Pertanyaannya, agar saya bisa jadi penulis bagaimana caranya?

Lupakan caranya, karena menulis hanya butuh merangkai kata menjadi kalimat. Tapi yang terpenting adalah idenya apa yang ingin disampaikan. Jadi tetap saja ternyata menjadi penulis harus dimulai dari hal apa yang akan kalian sampaikan. Ide atau pesan yang ingin disampaikan pada tulisanlah yang menjadi pendorong untuk mulai menulis.

Ide atau Gagasan Utama

Ide merupakan hal utama dalam mewujudkan sebuah karya, entah baik atau tidak hasilnya hanya bisa ditebak lewat idenya. Memang ada banyak ide bertebaran yang sekilas 'megah' dan wahh! Akan tetapi, tidak pula berhasil. Berapa banyak kegagalan yang kamu buat untuk membuat suatu tulisan jadi menarik? Atau berapa lama Anda belajar jadi penulis.

Buku yang kamu baca sudah setumpuk, menggambarkan tentang bagaimana menjadi penulis yang hebat. Tapi meski sudah begitu, kamu tidak pernah membuat suatu tulisan juga. Apakah kamu berharap bahwa kamu akan jadi penulis? Wah ilumnya sudah punya setelah membaca, maka selanjutnya adalah wujudkan dengan membuat konten.

Gagasan Utama

Sering kali kita mendengar atau membaca mengenai gagasan utama suatu berita, artikel, buku, novel dan lain-lainnya. Lalu apa sesunggunya gagasan utama? Tanpa membaca kamus bahasa, dapat dikatakan bahwa gagasan utama ialah pokok pikiran atau hal mendasar yang melatar belakangi karya kamu menjadi berarti. Atau lebih gampangnya begini, kenapa kamu memberi tanda 'bold' pada tulisanmu. Maka pasti disana ada maksudnya.

Oleh karena itu gagasan utama suatu tulisan merupakan dasar yang menjadi bahasan dan ingin disampaikan kepada pembaca atau pendengar (audio).

Pahami Jenis Konten Tulisan

Memulai menulis saja tidak cukup, kamu juga perlu memahami jenis konten tulisan. Contohnya, kenapa sebuah tulisan harus dimulai dengan bercerita. Atau kenapa sebuah tulisan dimulai dengan menyampaikan pesan dan diikuti penjelasan? Mana tulisan yang harus didahului dengan penjelasan dan mana tulisan yang harus didahuli oleh pesan utama?

Bisakah semuanya dimulai sesuka hati? Jawabannya tidak bisa setidaknya ini menurut saya (bukan ahli bahasa soalnya) karenanya kamu harus membaca dan mempelajari pengalaman setiap orang. Oke kembali ke topik, jika tulisan selalu dimulai dengan penjelasan maka, kadang kala pembaca akan memilih untuk meninggalkan tulisan kamu. Loh kok bisa? Yah bisa, sebab pembaca tidak butuh berjalan sepuluh menit hanya untuk menempuh perjalanan yang jaraknya dua puluh meter. Artinya orang dimasa kini lebih senang membaca yang simple tapi ide dan pesannya langsung dia dapatkan.

Tulisan seperti ini paling banyak ditemui dalam bentuk berita online. Hanya terdiri dari lima hingga tujuh paragraf pesannya sudah sampai. Waktu yang dihabiskan pembaca pada suatu artikel sangat singkat, paling lama dua hingga tiga menit saja. Hal serupa juga terjadi pada konten audio visual (tidak termasuk tutorial yang berfaeda).