Cara Menyikapi Pasangan yang Menolak Diajak Bercinta

Cara Menyikapi Pasangan yang Menolak Diajak Bercinta

Cara Menyikapi Pasangan yang Menolak Diajak Bercinta

Cara Menyikapi Pasangan yang Menolak Diajak Bercinta - Untuk urusan bercinta, tidak selamanya suami atau istri langsung mood ketika salah satu pihak mengajak bercinta. Jika kondisinya seperti itu, apakah harus dipaksakan bercinta atau ada langkah lain yang lebih baik dilakukan?

Psikoterapis Lisa Haysmer mengatakan sudah seyogianya hubungan seks dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak. Sehingga, kepuasan tidak hanya dirasakan oleh suami atau istri saja. Untuk itu, Lisa menyarankan pasangan untuk mengedepankan komunikasi, dengan menggunakan hati.

"Jangan menghakimi dan coba untuk tidak menyalahkan. Bicarakan apa yang membuat mood Anda atau dia menurun. Kemudian, coba cari solusi bersama. Cara ini tanpa disadari bisa membuat Anda dan pasangan lebih dekat dan terbuka," kata Lisa kepada Your Tango.

Setelah berkomunikasi, lakukan kompromi. Menurut Lisa, salah satu pihak tak perlu merasa bersalah ketika ekspektasi suami atau istri tidak dapat terpenuhi. Sebab, jika justru dipaksakan mengikuti kemauan bercinta pasangan, itu akan menimbulkan tekanan mental dan berujung pada hubungan seks yang tidak menyenangkan.

Jika keadaannya Anda benar-benar tidak memiliki gairah seks dalam kurun waktu lama, Lisa menyarankan berkonsultasilah ke dokter. Sehingga, bisa diketahui apakah ada alasan medis yang membuat Anda tak bergairah. Selain itu, Lisa menyarankan beberapa trik yang bisa dilakukan.

"Gunakan essential oil tertentu yang bisa membuat pasangan rileks sembari memijatnya. Kemudian, berbagilah tentang kerapuhan Anda untuk membuat Anda berdua saling terhubung. Kebanyakan pria ingin bercinta agar merasa terhubung sedangkan wanita ingin merasa terhubung dulu baru setelah itu ia ingin bercinta. Misalnya saja Anda bisa menceritakan pengalaman masa kecil yang menunjukkan kerapuhan Anda, itu tak masalah," terang Lisa.

Jika Anda berdua ingin memanfaatkan konten porno pun menurut Lisa sah-sah saja. Contohnya, membaca buku erotis atau menonton film porno bersama. Dengan begitu, pasutri bisa mengeksplorasi dan melihat hal-hal apa yang tidak disukai dan sebaliknya disukai masing-masing pihak terkait aktivitas bercinta mereka.

Detik Health