Lee Jin Song Beri Saran Cewek Punya Hak tidak Berpacaran

Lee Jin Song, Penulis Buku asal Korea

Lee Jin Song, Penulis Buku asal Korea

GoSulbar.com -- Apa yang ada dalam benark para wanita jika melihat teman-teman seusianya sudah memiliki pacar? Sementara dia pun belum memiliki pacar. Dikatakan oleh Lee Jin-Song, seorang penulis asal Korea ini bahwa wanita memiliki hak untuk menentukan apakah akan berpacaran atau tidak.

Pernyataan hak pacaran adalah milik wanita ini diutarakan untuk menyikapi beragam pertanyaan kapan akan memiliki pasangan hidup. Menurutnya kejadian seperti itu membuatnya (Lee Jin-Song) muak. “Ada yang menyuruhku untuk memanjangkan rambut, supaya aku terlihat feminin. Ada yang menasihatiku agar aku jangan banyak bicara,” jelas Lee yang berusia 27 tahun.

Selain itu, Lee juga mengatakan beberapa nasehat agar dirinya berpura-pura kagum saat pria mulai bicara tentang dirinya.

"Sebagian bahkan ada yang menyuruhku untuk pura-pura kagum saat pria bicara padaku, aku harus selalu tersenyum manis. Aku tidak boleh banyak bertanya dan jangan terlihat terlalu menguasai percakapan. Benar-benar repot" lanjutnya.

Lee menuangkan kisah hidupnya sebagai wanita di Korea Selatan yang kental budaya Asia dan tradisi konservatif.

Melajang di usia 20 dan 30-an, kata Lee, merupakan mimpi buruk untuk semua orangtua di Korea Selatan.

Dalam buku tersebut, Lee menuliskan bahwa wanita yang belum menikah di usia 20-an dan 30-an, dipandang sebagai wanita tidak kompeten.

“Aku pikir, mereka yang masih lajang bisa bahagia atau tidak bahagia, sama seperti mereka yang menjalani hubungan, mereka bisa bahagia dan tidak bahagia,” katanya.

“Hanya karena seseorang menikah atau memiliki kekasih, itu tidak membuat mereka lebih hebat dari orang yang masih lajang. Hubungan seseorang bukan pencapaian sukses atau kegagalan. Hubungan merupakan pilihan dalam kehidupan. Siapapun berhak memilih ingin menikah atau tidak menikah,” bebernya.

Sejumlah halaman dalam buku Lee, banyak menguraikan mengenai pilihan melajang itu adalah keputusan personal yang harus dihargai.

Menurut dia, tekanan seseorang untuk menikah dengan pasangan yang ideal membentuk pola menghakimi orang berdasarkan penampilan dan pencapaian.

Lee mengatakan bahwa dia yakin pengalaman menjadi wanita lajang dengan segala tekanan sosial, juga dialami banyak wanita Asia lainnya.

“Kamu harus menurunkan standar” dan “Kamu harus menurunkan berat badan untuk mencari pacar”, kata Lee, dua kalimat yang selalu mampir ke telinganya dari orang-orang sekitar, terutama yang sudah menikah.

“Aku yakin sekali bahwa meski tidak diucapkan tapi tercipta beban untuk wanita muda menjaga penampilan demi mendapatkan perhatian lawan jenis,” ucapnya.

Ironisnya, kata Lee, tren di Korea dan kebanyakan negara Asia, selain “dipaksa” untuk segera menikah, wanita juga harus memiliki karier yang bagus.

Kemudian, Lee mengatakan bahwa selama proses penulisan bukunya tersebut, dia melihat generasi wanita muda di Korea telah menepikan fantasi rumahtangga sempurna demi mengejar karier impian.

“Sangat membingungkan, ketika kamu remaja, kamu disuruh fokus belajar. Lalu, kamu berusia 20-an dan 30-an, kamu harus segera mencari pasangan dan menikah. Selanjutnya, kamu harus punya anak. Pola ini terus berulang dan tidak pernah berakhir,” paparnya.

Untuk diketahui, saat ini Lee sudah berhasil memperoleh gelar Ph.D jurusan sastra Korea di usia yang masih muda, mengaku bahwa kesuksesan itu tidak pernah dianggap berarti. Pasalnya, dia masih berstatus lajang.

Nahh wahai para wanita apa pendapat kalian mengenai pendapat Lee Jin-Song? Karena cewek punya hal untuk menentukan akan berpacaran atau tidak.

Kompas.com

No Response

Leave a reply "Lee Jin Song Beri Saran Cewek Punya Hak tidak Berpacaran"