Warga Tengger Tetap ke Lautan Pasir Bromo Meski Ada Larangan

a1463bc3-a75f-4208-8f8a-8016a147e3f9_169Probolinggo, GoSulbar.com -- Kondisi Gunung Bromo di Jawa Timur yang belum normal, wisatawan diingatkan kembali untuk tidak nekat sembunyi-sembunyi turun ke lautan pasir. Namiun, petiugas kewalahan membentung warga setempat.

Larangan turun di lautan pasir bagi wisatawan maupun warga itu tetap diberlakukan dengan radius aman 2,5 Kilometer dari pusat kawah oleh PVMBG. Bahkan, saat ini larangan itu semakin diperketat mengingat sinar api yang keluar dari kawah yang disertai letusan dan suara gemuruh.

Kabid Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah 1 Fariana Prabandari menyatakan bahwa siapapun wajib mematuhi aturan tersebut untuk keamanan dan keselamatan bersama.

Namun, ia mengakui kesulitan mencegah masyarakat Tengger yang ke lautan pasir untuk melakukan ritual dan melintas ke antar desa yang di sekitar Bromo. Sebab di lautan pasir itu terdapat pura maupun tempat-temat yang disakralkan warga Tengger.

Misalnya ada Pura Agung Poten Luhur dan Watu Dukun. "Kami tidak mempunyai kewenangan penuh melarang. Warga Tengger tetap tidak bisa kami larang masuk ke lautan pasir untuk melaksanakan ritual. Sebab, itu sudah menjadi adat warga Tengger. Kami hanya bisa melarang wisatawan saja," kata Fariana Prabandari, Sabtu (30/1/2016).

Farianna menambahkan bahwa petugas juga , selain harus dibedakan larangan masuk ke laut pasir untuk wisatawan dan petugas diperkenankan masuk laut pasir dalam rangka tugas pengamanan dan pemantauan erupsi Gunung Bromo yang masuk di empat kabupaten itu.

Dukun Adat Suku Tengger Sutomo mengakui bahwa masyarakat setempat tetap akan melaksanakan upacara adat atau prosesi ritual di tempat-tempat yang berada di lautan pasir meskipun Gunung Bromo dalam status Siaga atau Level III.

"Karena ritual yang dilakukan warga Tengger itu merupakan suatu doa keselamatan. Itu sudah menjadi adat bagi kami yang tidak bisa kami abaikan untuk masuk ke pure agung di lautan pasir itu. Apapun yang terjadi, kami harus melakukan ritual di sana," katanya.

Tags: