Video Ahok Menolak Memberi Santunan Ke Warga Kalijodo!

JAKARTA, GoSulbar.com ~ Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak tegas pemberian santunan untuk warga Kalijodo yang digerebek. Ahok menilai lebih baik memberi rusun daripada memberi uang.

Rencana pemberian uang santunan bagi warga Kalijodo, Jakarta Utara yang tempat tinggalnya akan ditertibkan ditentang Gubernur DKI Jakarta Ahok. Santunan akan menyebabkan warga malas bekerja.

Rencana pemberian santunan senilai Rp 5 juta untuk setiap warga disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyusul rencana penertiban kawasan Kalijodo untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Namun Ahok menentang rencana Kementerian Sosial dan tetap akan menertibkan wilayah Kalijodo.

SEBELUMNYA

Ratusan aparat gabungan bergerak cepat dalam melaksanakan perintah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mereka (Petugas) melakukan penggerebekan di areal prostitusi Kalijodo, alhasil sejumlah preman tak berkutik dan hanya bisa tiarap ketakutan.

Minggu (14/2/2016), ratusan personel gabungan, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), menggeruduk kawasan prostitusi tersebut dan memberikan surat peringatan.

Pantauan Warta Kota, berbondong-bondong pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara bersama satuan keamanan gabungan lainnya menggeruduk Kawasan Kalijodo.

Terpantau Kapolsek Penjaringan, AKBP Ruddi Setiawan, dan Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi memantau lokasi yang terbilang menyeramkan akan keberadaan premanisme tersebut.

Sepanjang Jalan Kepanduan II tersebut, satu persatu club, Pub, kafe, disatroni petugas gabungan.

Pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara pun tanpa pandang bulu melakukan penempelan surat peringatan.

Tak hanya itu, penuh sesaknya para petugas gabungan di jalan yang bersebelahan langsung dengan Kalijodo itu, membuat bahan perhatian warga, tukang ojek, bahkan para Pekerja Seks Komersial (PSK) maupun karyawan klub, kafe, pub dan lain-lainnya kebingungan.

Mereka nampak ogah bertemu dan berbincang dengan petugas yang ada di lokasi.

Malahan, dalam penempelan surat peringatan, banyak kafe, klub dan pub di lokasi tertutup.

Penempelan surat peringatan ke tembok-tembok atau pintu depan klub, kafe, hingga pub masih terus berlangsung.

Saat dilakukan penempelan, tidak ada perlawanan maupun penolakan dari warga sekitar.

Ratusan warga, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda dan orang tua yang tinggal di kawasan Kalijodo, hanya memperhatikan saat petugas menempel surat edaran tersebut

Suasana tetap kondusif hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 13.40 WIB.

BACA: Ikuti Perintah Ahok, Ratusan Aparat Gabungan Geruduk Prostitusi Kalijodo