Turis Mancanegara Terpukau Melihat Langsung Upacara Ma’Nene di Toraja

Turis Manca Negara Terpukau Melihat Langsung Upacara Ma'Nene di Toraja

Mitos tentang mayat berjalan di Tanah Toraja hanya akan menjadi mitologi di masa kelam. Hanya terkecuali jika kearifal lokal ini tetap dilestarikan, maka ceritanya beda lagi. Sejumlah turis dari manca negara turut terpukau melihat pertunjukan yang sangat jarang ini.

Di Toraja baru-baru ini telah digelar festival atau Upacara Ma'nene yang tepatnya diselenggarakan di Desa Lembang Lempo Poton.

Memang Festival tersebut memungkinkan para wisatawan untuk melihat secara langsung ritual pembersihan mayat berusia ratusan tahun oleh penduduk lokal.

Baca Juga: Kemuliaan Itu di Tana Toraja, Namanya Rambu Solo

Melansir okezone yang menyadur dari The Sun berita Minggu (26/8/2018), para turis asing terlihat antusias mengikuti serangkaian ritual yang dipimpin oleh kepala adat. Beberapa di antara mereka bahkan mengambil foto bersama mayat yang baru saja dibersihkan dan didandani.

Tidak hanya itu, mereka juga melihat secara langsung mayat atau mumi-mumi tersebut berjalan dengan sendirinya, mengikuti sebuah garis lurus yang telah disiapkan oleh kepala adat.

Baca Juga: Kabar Duka, Penyanyi Toraja Daniel Tandirogang Meninggal Dunia

Menurut penjelasan para tetua, garis-garis itu terhubung dengan Hyang, sebuah entitas spiritual yang memiliki kekuatan supranatural. Konon katanya, jiwa orang yang telah meninggal harus mengikuti jalan Hyang untuk mencapai akhirat.

Orang-orang Toraja percaya bahwa hubungan keluarga tidak berakhir pada kematian. Oleh karena itu, pada saat ritual Ma'nene berlangsung, mayat keluarga, kerabat, dan teman-teman mereka akan dikeluarkan dari tempat penyimpanan lalu dimandikan serta didandani dengan pakaian baru dan mewah.

Prosesi dalam festival ini semuanya dilaksanakan dengan penuh suka cita, sebab menjatuhkan air mata adalah hal yang tidak diperbolekan saat upacara berlangsung.

Setelah mayat-mayat diantarkan ke peristirahatan terakhirnya, tahapan terakhir keluarga yang melaksanakan Upacara Ma'nene akan menyembelih tedong (kerbau) dan babi.

Bagaimana menarik bukan, inilah budaya Indonesia, Budaya Toraja kesemuanya tersaji dan masih terpelihara hingga kini.

Bagi Anda yang penasaran dengan Festival ini tidak ada salahnya mencari tahu lebih dalam mengenai upacara selanjutnya. Festival ini biasanya diselenggarakan mulai tanggal 20-30 Agustus sesuai dengan wilayah yang menyelenggarakannya.