Saraswati Dewi Ilmu Pengetahuan dan Perayaannya

SaraswatiSebelumnya penulis ingin mengatakan bahwa "beruntunglah saya ingat hari ini Hari Suci Saraswati" maklum karena penulis tidak memiliki klender Bali di meja kerja.

Selanjutnya penuis juga ingin menyampaikan selamat kepada seluruh Umat Hindu yang merayakan hari suci Saraswati, yang jatuh pada hari ini Sabtu, 19 Agustus 2017. Semoga perayaan hari ini memberi makna bagi siapun yang merayakannya, dengan begitu maka ilmu pengetahuan senantiasa berkembang demi kehidupan manusia yang berkelanjutan.

Bicara topiknya 'Saraswati' berarti perlu dipahami terlebih dahulu Apa Itu Saraswati, Mengapa Hari Saraswati itu ada. Baiklah penulis akan mengulas sebagimana menyertakan sumber-sumber yang layak dipercaya dan dipedomani mengenai kata Saraswati dikatakan sebagai suatu nama suci untuk menyebutkan sosok Dewi Ilmu Pengetahuan. Kata Saraswati berasal dari akar kata Saras dan wati.

Saras yang merupakan turunan dari bahasa sansekerta 'sr' yang artinya mata air, terus-menerus atau sesuatu yang terus-menerus mengalir. Sementara Wati dapat diartikan sebagai 'yang memiliki'. Sehingga secara lengkapnya dapat diartikan bahwa Saraswati adalah sesuatu yang memiliki sifat mengalirkan secara terus-menerus air kehidupan dan ilmu pengetahuan. Demikian difinisi kata 'Saraswati' menurut I Gusti Ketut Widiana, mengutup artikel phdi.or.id.

Saraswati merupakan sosok dewi yang juga sakti dari Dewa Brahma sebagai Dewa Pencipta. Hindu percaya bahwa Dewi Saraswati adalah Dewi yang menurunkan Ilmu Pengetahuan kepada manusia yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bagsa dan negara dalam menjalankan kehidupannya.

Perayaan Hari Suci Saraswati dilaksanakan tiap enam bulan atau (210 hari) yaitu hari Sabtu umanis wuku Watugunung. Perayaan hari Saraswati dimaksudkan untuk memuja Ida SangHyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati.

Pada paragraf 5 telah penulis sebutkan bahwa Saraswati merupakan sakti dari Dewa Brahma yang disebut sebagai pencipta. Sehingga demikian pula bahwa Dewi Saraswati dapat disimbolkan sebagi suatu kekuatan dari Ida SangHyang Widhi Wasa dalam menciptakan atau menurunkan Ilmu Pengetahuan.

Kekuatan Ida SangHyang Widhi Wasa dalam Manifestasinya dilambangkan dengan seorang Dewi yang cantik bertangan empat yang memegang alat musik, genitri, pusaka suci, serta bunga teratai.

Berikut ini akan penulis uraikan makna dari simbol-simbol yang ada pada Dewi Saraswati.

Sebagai Sosok Wanita Cantik, menyimbolkan suatu kekuatan yang indah, menarik, lemah lembut, mulia. Sehingga dapat dikatakan bahwa siapun dia tentunya menginginkan wanita yang memiliki ciri-ciri tersebut. Dalam hal ini muncul hal berupa keinginan untuk mengadakan pendekatan secarah utuh, pendekatan yang penulis maksud dalam hal ini yaitu pendekatan terhadap Sang Dewi, pendekatan ini berupa keinginan untuk belajar guna mendapat Ilmu Pengetahuan.

Sosok cantik hanyalah suatu arti simbolis, bahwa cantik itu menarik. Oleh sebab itu, Dewi Saraswati merupakan dewi pengetahuan yang akan menyebabkan manusia tertarik untuk mempelajari-Nya yang tentunya ditinjau dari segi etik-religius bukan dalam artian fisik dan biologis.

Simbol Genitri pada Saraswati, simbol ini melambangkan kekekalan atau keabadian dan tidak terbatasnya Ilmu Pengetahuan. Genitri juga digunakan untuk aktivitas ritual yang dalam Hindu menyebutnya Japa mantra (diucapkan secara berulang-ulang). Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan itu sangat luas cakupannya. Serta dipelajari secara terus menerus entah secara formal atau non formal.

Simbol Bunga Teratai, Simbol bunga teratai yang ada pada Saraswati melambangkan kesucian dari Ida Sanghyang Widhi Wasa. Bunga teratai sendiri memiliki keunikanyang hidup-Nya bunga teratai ada pada tiga alam yakni; (1) Alam lumpur, (2) alam air, (3) alam udara. Tiga alam itu dapat dipersonifikasikan atau diidentikkan dengan tiga (3) alam yakni, Alam Bhur, Alam Bwah dan Alam Swah yang selanjutnya disebut dengan Tri Buana.

Bunga teratai meski hidup di air, namun nyatanya ia tak akan basah oleh air itu sendiri, hal ini melambangkan kesucian yang bebas dari keterikatan. Dalam hal ini Ida Sanghyang Widhi Wasa walaupun menciptakan alam beserta isinya. Beliau tidak terikat dengan Ciptaan-Nya.

Simbol Angsa, Angsa merupakan simbol dari kebijaksanaan. Hidupnya angsa tersebut juga dialam tiga (3) alam dunia (Bhur, Bwah, Swah) air, darat, dan udara sebagai lambang kuasa dari Ida Sanghyang Widi Wasa. Angsa dalam mencari makan dapat memisahkan antara makanan dan lumpur. Dengan demikian angsa merupakan dari adanya sifat wiweka yang tinggi dapat membedakan atau memisahkan antara baik dan buruk, benar dan salah.

Alat musik, merupakan simbol budaya yang tinggi. Kesenian merupakan alat penghibur di saat pikiran sedang kacau/kegelapan. Dalam hal ini ilmu pengetahuan dilambangkan sebagai alat musik yang bisa menghibur dikala kegelapan. Ilmu Pengetahuan juga merupakan simbol keindahan dinikmati sepanjang hidup.

Brata Saraswati

Dewasa ini kita mengenal adanya Brata penyepian, Brata siwalatri namun untuk brata Saraswati belum populer. Untuk memuja Dewi Saraswati juga diperlukan brata atau pantangan yang perlu dilakukan, Pantangan tersebut menurut rumusan Bapak Drs. Gede Sura antara lain:

  1. Upakara pemujaan Saraswati dilakukan pada pagi hari atau sebelum tengah hari.
  2. Sebelum upacara Saraswati dan sebelum lewat tengah hari, tidak diperkenankan membaca dan atau menuiis mantra dari kesusastraan. Bila melanggar, niscaya hasilnya tidak mendapat kerta wara Nugraha Sanghyang Aji Saraswati.
  3. Bagi umat yang melaksanakan "Brata Saraswati" secara penuh, tidak diperkenankan membaca dan menulis selama 24 jam.
  4. dalam mempelajari segala ilmu pengetahuan "pangweruh" agar senantiasa dilandasi dengan hati yang jernih serta pikiran "astiti bakti" kehadapan Hyang Saraswati dan termasuk merawat perpustakaan, baik berupa buku-buku dalam segala jenis maupun lontar-lontar yang dimiliki.

Makna Saraswati

Waktu yang tepat untuk mempelajari ilmu pengetahuan adalah saat kita masih muda. Ini bukan berarti orang yang sudah tua tidak baik untuk belajar. Karena saat kita masih muda mencapai puncak kekuatan baik pikiran, Fisik kepekaan dll. Disamping itu pada masa muda beban hidup relatif masih sedikit sehingga banyak waktu luang untuk mempelajari ilmu pengetahuan dibandingkan dengan masa tua.

Dalam ajaran agama Hindu ada catur purusa artha sebagai jenjang kehidupan yang mesti dilalui yakni brahmacari, grehasta, saniasin dan wanaprasta. Pada masa brahmacari inilah merupakan masa belajar yang baik. Sedangkan untuk mencari artha, dan kama baik dicari pada masa greasta (hidup berumah tangga) yang berdasarkan atas darma. (phdi.or.id)