PMII Mamuju Juga Minta IDI Sulselbar Sanksi 17 Dokter Spesialis

Jakarta, GoSulbar.com-- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, kembali berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sulbar, Jl Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Unjuk rasa terkait kisruh 17 dokter spesialis yang mundur dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar yang hingga saat ini tak kunjung selesai. Mereka mendesak Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) untuk segera mengambil kebijakan atau tindakan tegas agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut hingga membuat masyarakat Sulbar menjadi korban.

"Ini permasalah sudah fatal karena ini merupakan untuk yang kedua kalinya dilakukan, sehingga kami PMII kembali turun aksi. Ini permasalahan kemanusiaan, persoalan hajat yang harus didapatkan oleh seluruh kalangan masyarakat tampa kecuali," tutur Ketua Umum PMII Cabang Mamuju, Wais Warkorni.

"Jika para dokter tersebut sudah tidak siap diakomodir kembali, maka kami mendesak Gubernur agar segera menghadirkan dokter spesialis pengganti dalam tempo yang tidak lama," katanya. Pengunjuk rasa juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut kisruh 17 dokter spesialis yang dinilai mundur secara sepihak. Juga memperjelas transparansi anggaran di RSUD Sulbar yang diduga menjadi salah satu penyebab mundurnya 17 dokter tersebut.

"Kami juga mendesak IDI Sulselbar untuk memberi sanksi tegas kepada 17 dokter yang mengundurkan diri secara sepihak karena ini mencerminkan sikap yang tidak profesional dari seorang dokter dan melanggar kode etik," tuturnya. Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Sulbar, Muhammad mengungkapkan, permasalahan tersebut sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan dalam hal ini Dirjen Pengawasan Kesehatan. (mt/tt)

Sumber : Tribun Timur