Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tertinggi dari Pulau Lainnya

Inflasi

Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tertinggi dari Pulau Lainnya


Jakarta, GoSulbar.com
-- Pertumbuhan ekonomi Sulawesi akan lebih tinggi pada tahun 2018 mendatang. Adapun targetnya mencapai 7,83 persen atau lebih tinggi 0,91 persen dari pertumbuhan tiga bulan pertama pada tahun 2017.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), menunjukkan Sulawesi menjadi pulau dengan pertumbuhan paling tinggi di Indonesia dibanding pulau-pulau lainnya. Laju pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi yang diharapkan dapat mencapai 7,83% pada 2018 mendatang akan menyumbang kegiatan ekonomi sebesar 6,34% dari seluruh wilayah lainnya, dengan tingkat kemiskinan 9,96% dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4%.

Sektor-sektor penggerak perekonomian di Sulawesi diharapkan bersumber dari pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran.

Guna mendukung tumbuhnya sektor-sektor tersebut, pemerintah akan membangun sejumlah infrastruktur pendukung prioritas di berbagai wilayah Sulawesi sehingga sektor tersebut bisa tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan jalan tol Manado-Bitung sepanjang 39, 9 km.

Beberapa pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalur Kereta Api Manado-Bitung yang saat ini progresnya tengah dalam pengadaan lahan, pembangunan jalur KA Trans Sulawesi antara Makassar-Parepare segmen 2 (Barru-Parepare) dan pembangunan Bandara Morowali.

Pemerintah juga membangun Kawasan Industri (KI) Morowali, KI Bantaeng, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, dan pengembangan pariwisata Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Tana Toraja di Sulawesi Selatan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri meminta pembangunan KEK Bitung di Sulawesi Utara dipercepat. Hal ini dilakukan agar jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke wilayah itu naik signifikan.

Maklum saja, pemerintah berharap besar pada konsumsi dan investasi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi paling besar pada 2018 mendatang.

Hal ini didasari oleh kinerja ekspor yang masih terbatas seiring dengan lemahnya ekonomi global dan dan stagnannya harga komoditas. Begitu pula dengan konsumsi pemerintah yang bersumber dari APBN relatif terbatas andilnya seiring ruang fiskal yang sempit dan prioritas pada alokasi belanja modal.

Investasi pun menjadi yang paling diharapkan, khususnya dari swasta atau luar negeri, termasuk peranan dari BUMN. Investasi pemerintah akan dilakukan secara selektif, yang fokus pada proyek yang mendorong produktivitas dan peningkatan aktivitas sektor swasta.

Data tersebut diatas mengacu pada data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), seperti dikutip, Senin (15/5/2017)