Massuru’ Tondok, Warisan dan Ajaran dalam Kepercayaan Aluk Todolo

Massuru' Tondok, Warisan dan Ajaran dalam Kepercayaan Aluk Todolo

Massuru' Tondok, Warisan Kepercayaan Aluk Todolo (Sumber: Fb/Jufryjuwel Jie)

Massuru' Tondok, dapat diartikan secara sepintas dari dua kata yakni Massuru' (dari kata benda Suru' yaitu sisir) yang artinya menyisir atau membersihkan. Adapun kata "Tondok" artinya Kampung.

Massuru' Tondok menjadi kebiasaan yang sudah lazim dilaksanakan di daerah yang masih memiliki masyarakat penganut kepercayaan Aluk Todolo.

Upacara adat ini dilaksanakan dengan maksud membersihkan dan menyucikan kembali serta menciptakan keharmonisan bagi semua penduduk desa atau kampung.

Upacara suci ini dilakukan dua kali setiap tahunnya di Kabupaten Pinrang. Pelaksanaannya dielat pada saat "Randuk Allo" dan Tappak Allo"

Masyarakat percaya, Massuru'Tondok bisa menjaga relasi yang harmonis dengan "Puang Matua" (Sang Pencipta", Sang Pemilik, Para Leluhur, Sesama dan alam sekitar.

Sebuah situs terpercaya memberikan informasi Massuru' Tondok menjadi salah satu hal yang hingga kini masih dinilai memiliki peranan penting dalam bermasyarakat khusunya bagi penganut kepercayaan Aluk Todolo.

Sekilas informasi, tidak ada ikatan atau halangan bagi masyarakat untuk melaksanaka Upacara Massuru' Tondok ini. Bahkan dalam realitanya sejumlah penduduk yang sudah menganut agama Kristen pun di Rattepaken dusun sangsaluan desa mesakada Kabupaten Pinrang turut ambil bagian dalam upacara ini.

No Response

Leave a reply "Massuru’ Tondok, Warisan dan Ajaran dalam Kepercayaan Aluk Todolo"