Kronologi Lakalantas di Makale yang Menewaskan Dua Pemuda

Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di depan Telkom, Jl. Poros Makale-Rantepao, Kecamatan Makale, Tana Toraja.

Makale, Gosulbar.com -- Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di depan Telkom, Jl. Poros Makale-Rantepao, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, merenggut nyawa dua pemuda yakni Gidion (17) dan Dirfan (15) pada Selasa, (11/9/2018).

Kronologi Kecelakaan

Unit Lakalantas Polres Tana Toraja menerangkan kepada TribunToraja.com, kecelakaan tersebut pada pukul 06.00 WITA, sebuah bus dengan nomor polisi DP 7595 KA yang dikendarai oleh sopir berinisial AM (38) datang dari arah Rantepao dengan kecepatan sedang menabrak kedua korban Gidion dan Dirfan yang sedang berjalan di bahu jalan.

"Bus yang dikendarai pelaku dari arah Rantepao melaju dengan kecepatan sedang, namun karena sopirnya ngantuk, sehingga bus itu bergerak kesisi kiri dan menabrak kedua korban," ujar Unit Lakalantas Polres Tana Toraja.

Korban yang diketahui bernama Dirfan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) karena mengalami pecah kepala, jenazahnya dibawa ke RSUD Lakipadada Tana Toraja.

Adapun Gidion sempat dilarikan ke RS Fatima Makale namun sekitar pukul 10.30 korban dilaporkan meninggal dunia. Gidion disebutkan mengalami luka robek di dahi, lecet pada kaki kanan, punggung kaki kiri, robek pada mulut.

Seorang saksi mata bernama Rey mengungkapkan, kedua korban rencananya pulang mandi ke penginapannya sebab sesaat lagi akan ibadah di gereja.

"Katanya mereka itu beranjak ingin pergi mandi ke penginapannya karena sudah mau ibadah di gereja," kata Rey.

Rey mengungkapkan, kedua korban lakalantas adalah peserta Klasis jemaat Ulusalu yang hendak mengikuti Ulang Tahun Emas Persekutuan Kaum Muda Gereja Kibaid di Makale, tepatnya depan lokasi kejadian.

Adapun sopir bus yang menabrak kedua korban telah diamankan oleh Polres Tanah Toraja.

"Pelaku penabrak kedua pemuda tersebut sudah diamankan sekarang dan akan diproses lebih lanjut," tutur Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Tana Toraja, IPDA Ahmad Muhtar.

Sumber: Tribunnews.com