Kisah Rahman, Mahasiswa Kurang Mampu yang Punya Cita-cita Tinggi

RahmanJakarta, GoSulbar.com -- Dia bernama Rahman P adalah anak dari pasangan Pance dan Rati, ia hidup dan tumbuh dalam kasih sayang kedua orang tuanya meskipun kehidupan ekonominya tidak sebaik dengan orang pada umumnya.

Kepada Gosulbar.com ia mengirimkan sebuah tulisan seputar kehidupan dirinya dari semasa sekolah hingga bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi di Makassar.

Pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN 159) Lembang yang jaraknya sekitar 7 km dari rumah tempat ia tinggal. Semasa SD, Rahman harus rela menyusuri perjalanan naik gunung turun lembah setiap harinya. Hingga akhirnya lulus pada tahun 2007, Ia menceritakan pernah suatu hari ia tidak memiliki uang untuk foto copy ijazahnya guna lanjut ke SMP, ia sampai harus meminjam uang ke tetangganya.

Melanjutkan sekolah ke jenjang SMP Rahman harus rela meninggalkan kedua orang tuanya di kampung dan harus mulai mandiri.

"S setelah masuk SMP di MTsN Alla saya harus jauh dari keluarga karena di kampung saya tidak ada sekolah sederajat smp sehingga saya harus meninggalkan kedua orang tua saya." ujarnya kepada Gosulbar, Rabu (11/10/2017).

Jauh dari orang tua dan tinggal bersama pamannya yang berprofesi sebagai penjual ikan membuat Rahman harus meradaptasi, termasuk harus rela tidur diatas pukul 23.00. Kesehariannya membantu pamannnya membuatnya berjibaku seperti membersihkan ikan, selanjutnya dikeringkan.

Tidur pukul 23.00 dan subuhnya ia harus bangun pukul 04.30, guna membantu pamannya menyiapkan ikan yang hendak dipasarkan.

Kehidupan itu ia jalani hingga akhirnya membuahkan hasil dan pada tahun 2010 Rahman berhasil menamatkan diri dari bangku SMP. Tidak patah semangat selepas itu ia meminta restu kepada orang tuanya dan menyatakan keinginannya untuk melanjutkan sekolah ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lantanro Enrekang. Jauh dari sanak family tidak membuat Rahman kehilangan akal, dirinya kemudian memilih untuk tinggal di rumah guru SMK dimana ia menempuh pendidikan.

"Saya masih jauh dari orang tua saya karena harus melanjutkan di kota juga di enrekang beruntung pada saat saya mendaftar ada seorang guru dari sekolah yg saya tempati msndaftar untuk mengarahkansaya kerumahnya untuk tinggal di rumahnya selama sekolah dan saya di uruskan di sekolah bsm( bantuan siswa miskin)" kisahnya.

Selain mendapat beasiswa pelajar kurang mampu, Rahman juga mendapat tambahan beasiswa untuk pelajar berprestasi, mengingat dirinya selalu masuk tiga besar di kelasnya.

"Saya juga selalu dapat beasiswa berkat selalu masuk 3 besar peringkat saya sampai selesai SMK" lanjut Rahman.

Lulus dari SMK, tidak membuanya puas begitu saja. Meski kurang mampu, namun tekatnya untuk lanjut kuliah di Univeristas tetap mendominasi.

Tanpa diketahui orang tuanya ia nekat untuk mendaftar di Universitas Negeri Makassar (UNM). "Di UNM saya sebenarnya di larang sama orang tua saya tetapi saya nekat mendaftar di unm tanpa di ketahui dari orang tua saya dan keluarga saya." Sebutnya.

"Saya punya cita-cita untuk lanjutkan pendidikan setelah selesai sarjana. Akan tetapi, saya tidak mampu lagi kalau hanya berharap dari hasil kerja sebagai buruh gudang. Semoga melalui jalan (tulisan) ini, saya bisa mendapatkan beasiswa untuk lanjut ke pendidikan Strata II." Demikian Rahman P.

 

Artikel kiriman dari Rahman P

Tags: