Kata Terorisme Berasal dari Bahasa Perancis, Berikut Penjelasannya

GoSulbar.com -- Masih belum bisa dilupakan, bahkan keluarga korban dari ledakan bom yang dilakukan oleh pelaku teror di tiga Gereja di Surabaya tentu masih merasakan kepedihan ini. Meski sebagian besar mereka tentu telah memaafkan tindakan keji tersebut.

Tentu saja memaafkan, karena hanya dengan begitu keluarga korban bisa menerima dan mengiklaskan sanak saudaranya yang jadi korban. Bukan hanya di tiga gereja di Surabaya saja. Beberapa tempat juga terjadi rentetan aksi terorisme ini seperti di Mako Brimob Depok, Polrestabes Surabaya selanjutnya di Mapolda Riau juga tak luput dari serangan aksi terorisme.

Kita tentu bertanya bagaimana sebenarnya rentetan-rentetan peristiwa ini bisa terjadi. Siapa dalangnya, dan apa tujuannya. Soal pertanyaan-pertanyaan ini biar polisilah yang mencari tahu. Tentunya karena tidak ada yang tahu pasti tujuan dari mereka menebar aksi teror.

Kali ini saya akan membahas mengenai Kata terorisme berasal dari Bahasa Perancis. Jadi jika kamu mencari bagaimana bahasa ini bisa menjadi lazim disebut di Indonesia. Maka sekarang kamu tahu bahwa kata terorisme itu berasal dari bahsa Perancis.

Dalam Wikipedia.org disebutkan kata teroris dari bahasa Perancis le terreur yang awalnya dipergunakan untuk menyebut tindakan pemerintah hasil Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah.

Dalam artikel yang dirilis tirto.id yang berjudul 'Empat Generasi dalam Sejarah Terorisme', diulas dengan rinci tentang awal mula berkembangnya paham teroris. Disebutkan bahwa jauh di masa kejayaan Yunani dan Romawi Kuno, aksi-aksi teror telah dilancarkan. Berdasarkan tuturan seorang filsuf bernama Xenophon (430-349 SM) menyebutkan tindakan terorisme digunakan untuk mengintimidasi dan mendemoralisasi masyarakat luas. Selain itu tindakan teror juga sengaja dipergunakan oleh kalangan penguasa untuk mencekik kemungkinan-kemungkinan munculnya perlawanan yang menentang pemerintahan kala itu.

Masih liputan tirto.id mengenai empat genarasi dalam sejarah terorisme. Keempat generasi tersebut yakni;

  1. Gelombang I: Tahun 1880 - 1920, pada waktu tersebut tindakan terorisme bertujuan memenangkan reformasi politik sipil dari pemerintahan otoriter. Contoh; Penggulingan Tsar Rusia.
  2. Gelombang II: Tahun 1920 - 1960, pada gelombang ke dua tersebut, ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok yang berusaha memperjuangkan kedaulatan nasional. Contohnya; Ireland Revolutionary (IRA) Irland dan Front Liberation Nationale (FLN) Aljazair.
  3. Gelombang III: Tahun 1970 -an, kemunculan aksi-aksi ini ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok yang menganggap diri mereka sebagai pembela kepentingan negara Dunia ke-3 melawan kapitalisme global. Contohnya, Brigade Merah Italia dan Japanese Red Army.
  4. Gelombang IV: Tahun 2000-an, kemunculannya berdasarkan pada Ideologi revolusioner dan dorongan relijius. Tidak ragu menjadikan warga sipil korban. Terbentuknya jaringan terorisme internasional yang terorganisir. Contoh kelompok ini adalah Al-Qaeda & ISIS.

Satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa, bagaimanapun bentuk dari pergerakan-pergerakan aksi terorisme pada samannya, tindakannya pasti selalu menciptakan kecemasan-kecemasan di lingkungan masyarakat.

Sumber:
https://tirto.id/empat-generasi-dalam-sejarah-terorisme-cwpb?
https://id.wikipedia.org/wiki/Definisi_terorisme
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_terorisme