Inilah Tempat Rehab PSK Kalijodo yang Direncanakan Pemerintah

JAKARTA, GoSulbar.com ~ Di mana tempat berpindahnya para pekerja seks komersial atau PSK Kalijodo? Hal inilah yang menjadi PR Pemerintah, lantaran sejauh ini belum ada kejelasan dari mereka. Karena hal ini jugalah dikhawatirkan eks PSK Kalijodo justru mangkal di tempat baru yang justru kian memperpara ibukota.

Tak ingin penertiban Prostitusi di Kalijodo menimbulkan masalah, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berencana menyediakan tempat bagi para PSK.

Khofifah menuturkan, Kementerian Sosial punya tempat rehabilitasi bernama Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya di Jalan Tat Twam Asi, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Khofifah mengatakan bahwa, siapapun bisa mengantar mantan PSK untuk mendaftar ke panti sosial yang disediakan pemerintah itu.

"Di Kalijodo, saya enggak mau ada perasaan panik seperti tidak ada solusinya. Makanya, saya mau sampaikan seluruh masyarakat boleh antarkan mantan PSK Kalijodo ke sini," kata Khofifah di PSKW Mulya Jaya, Pasar Rebo, Senin (22/2).

Khofifah meminta warga untuk ikut peduli dengan mantan PSK Kalijodo dengan mengantar mereka ke panti tersebut. Sebab, dia khawatir mantan PSK tidak mengetahui informasi mengenai panti tersebut.

Khofifah mengatakan PSK yang dibawa ke panti tersebut biasanya berasal dari daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

"PSK di sini yang sering kali di-sweeping Satpol PP, jam berapa pun dibawa ke sini," ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan para mantan PSK tersebut memiliki waktu maksimal 6 bulan untuk direhabilitasi di panti tersebut. Selama di sana, mereka akan diajarkan berbagai keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk memulai hidup baru. Selain itu, ada pula penanganan terhadap mantan PSK yang terkena penyakit seks menular.

"Hampir tiap mereka yang ke sini, terpapar penyakit seks menular. Itu kita coba koordinasi dengan RS Polri," ujar Khofifah.

 

Begini Suasana Kamar Mesum di Kalijodo

Bagaimana suasana kamar mesum di Kalijodo Jakarta Utara? Inilah suasana Kamar mesum di Kalijodo yang diacak-acak aparat keamanan saat melakukan bersih-bersih prostitusi Kalijodo Sabtu, 20 Februari 2016. Penggrebekan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri dilaksanakan disetiap sudut perkampungan padat penduduk itu. Kalijodo dinyatakan tempat prostitusi dan layak dibersihkan.

Sejumlah tempat yang disasar aparat gabungan yakni kafe, dan beberapa tempat lainnya yang sering digunakan untuk hiburan malam.

Setidaknya dalam operasi bersih-bersih Kalijodo tersebut ratusan botol minuman disita polisi. Polisi menemukan ratusan botol miras, senjata tajam dan juga gambar-gambar dewasa. Ada juga temuan mengejutkan berupa 436 anak panah dari Kafe Intan yang dimiliki oleh Daeng Aziz.

Sebelum operasi ini pun, sejumlah warga mulai mengosongkan bangunan yang mereka tinggali. Mereka memilih untuk direlokasi ke rusun-rusun yang sudah disediakan. Praktis, gemerlap kehidupan malam di Kalijodo sudah mati.

Siang ini, usai operasi Pekat, kawasan Kalijodo masih dijaga oleh polisi. Warga tak ada yang mau buka mulut mengenai temuan-temuan dari aparat.

Bangunan-bangunan yang biasanya ramai pengunjung, kini sepi tak bertuan. Bahkan pintu depannya terbuka begitu saja.

Begitu juga dengan salah satu bangunan yang dulunya menjadi salah satu tempat 'mesum'. Bangunan di Jl Kepanduan II itu terdiri dari 10 bilik kamar tidur.

Tampak kasur dan bantal masih berada di tempatnya. Ada satu-dua pakaian dalam perempuan di sisi-sisi ruangan.

Masing-masing bilik berukuran 2 x 2 meter. Entah dulunya seperti apa, yang jelas kini kondisinya cukup kotor dan pengap.

Bilik yang menjadi saksi bisu ini pun tak lama lagi akan dirutuhkan. Sekda DKI Saefullah mengatakan direncanakan tanggal 29 Februari 2016 penggusuran akan dilakukan untuk kemudian dijadikan kawasan terbuka hijau.