Bori’ Kalimbuang Objek Wisata Toraja dan Deretan Menhir Usia Ratusan Tahun

Bori Kalimbuang Toraja

Toraja, Gosulbar.com -- Bori Kalimbuang atau Bori' Kalimbuang merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Bori, Sesean, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan 91853. Objek wisata ini dipenuhi dengan kumpulan menhir (Sejenis batu tegak sebagai bentuk pemujaan pada jaman nenek moyang) yang sekarang disebut-sebut sebagai salah satu peninggalan megalitik.

Usianya diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. Para ahli arkeologi memperkirakan peninggalan Bori Kalimbuang sudah ada sejak tahun 1718 Masehi, yakni ketika pembukaan rante (digontingan rante) untuk Ne Ramba. Di tempat ini dapat dijumpai beragam peninggalan seperti Rante, Simbuang (Menhir) dan Liang Paa' atau kuburan batu tua.

Setidaknya ada 102 menhir yang bisa ditemukan di sini, 54 menihir ukuran kecil, 24 berukuran sedang dan 24 lainnya berukuran lebih tinggi.

Menhir-menhir tersebut berdiri tegak dan kokoh. Mengingatkan kita pada patung-patung Moai yang ada di Pulau Paskah. Menhir di Bori Kalimbuang dipadukan dengan bangunan khas Toraja sehingga membentuk spot cantik yang Instagramable.

Bori begitulah nama daerah tempat wisata ini bisa ditemukan di Toraja. Untuk Liang Paa' sendiri diperkirakan sudah ada sebelum tahun 1718 atau usianya lebih tua dibanding Bori Kalimbuang. Dahulu kala, pekerja Liang menggunakan kayu buangin (masyarakat menyebutnya buangin) sebagai palu. Dan batu sungai yang dilapisi kulit hewan kering untuk membuat lubang pada batu besar.

Kawasan Bori Kalimbuang dibagi menjadi beberapa area berdasarkan fungsinya. Salah satunya adalah Rante Kalimbuang, yakni tempat upacara penguburan adat Rambu Solo.

Dalam upacara itu, dibutuhkan peralatan seperti Lakkian (tempat mayat dibaringkan), Saringan (usungan jenazah), Balakkayan (panggung membagi daging kurban) yang juga bisa kamu lihat di Rante Kalimbuang.

Tiap menhir di Bori Kalimbuang didirikan untuk menghormati leluhur mereka yang meninggal. Membangun menhir baru pun harus disertai upacara adat Rapasan Sapurandan yang sakral. Dalam upacara itu harus dikurbankan 24 kerbau.

Batu-batuan bahan menhir didapatkan dari gunung terdekat. Suku Toraja bergotong royong memindahkan bebatuan besar itu ke Bori Kalimbuang secara sukarela.

Bagi kalian yang memiliki keinginan berwisata ke tempat ini, perlu diketahui beberapa hal. Diantaranya tetap menjaga kebersihan lokasi dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Dan yang pastinya tetap jaga etika yahh, pasalnya orang Toraja sangat menghormati tempat ini.

Nah kalau urusan tiket masuk, untuk wisatawan domestik akan dipungut biaya cuma 10 ribu rupiah saja. Semoga terkesan yahh, dan janga lupa tuliskan pengalamanmu seusai berwisata ke Bori Kalimbuang.