Bahas Keluhan Petani, DPRD Mamuju Panggil TNI

Jakarta, GoSulbar.com--  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju, melangsungkan rapat dengar pendapat dengan pihak eksekutif dan TNI di Aula Gedung DPRD, Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Jumat (2/2).

Rapat dengar pendapat tersebut, dalam rangka membahas atau menindak lanjuti hasil unjuk rasa masyarakat, yang meminta pencabutan peraturan bupati nomor 188.45/120/I/2018 tentang tata kelola gabah kering dimana dalam salah satu poinnya, mengenai pelarangan petani menjual gabah keluar daerah Mamuju.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Suraidah Suhardi didampingi Wakil Ketua DPRD Sugianto dan Asisten I Pemkab Mamuju,  Artis Effendy. Kasdim 1418 Mamuju,  Andi Ismail, dan Kepala Bulog Mamuju, Farid Nur, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Mamuju,  H. Mulyadi dan beberapa anggota DPRD dan instansi lainnya seperti Kepala Kesbangpol Mamuju turut hadir dalam rapat tersebut.

Ketua DPRD Mamuju, Siti Suraidah usai rapat mengatakan, hasil rapat tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk disampaikan ke Bupati, bahwa yang dipersoalkan para petani karena harga gabah yang di Mamuju lebih murah dari pada luar daerah. Menurutnya, ketika terjadi ketidak sesuaian harga. Maka akan terjadi fluktuasi harga pangan yang tidak terkendali ditengah masyarakat.

"Yanh jelas kami akan menindak lanjuti ini. Kalau bicara apa langkah DPRD selanjut, kami akan melakukan rapat kembali dengan bupati dan salah satunya rapat hari ini," ujarnya. Terkait Perbup yang menjadi tuntun para petani, kata dia, pihaknya akan meminta untuk dilakukan revisi. Sebab pihaknya juga memiliki pertimbangan yang berat ketika dilakukan pencabutan. (mt/tt)

Sumber : Tribun timur

 

No Response

Leave a reply "Bahas Keluhan Petani, DPRD Mamuju Panggil TNI"