Presidential Threshold Menempati Urutan Ketiga di Trending Topik Google Hari Ini

Sidang Pemngesahan RUU Pemilu menjadi UU Pemilu

Sidang Pemngesahan RUU Pemilu menjadi UU Pemilu

Jakarta, GoSulbar -- Presidential Threshold 20% akhirnya disahkan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) pemilu menjadi Undang-Undang Pemilu. Setya Novanto yang juga selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengambil alih persidangan setelah keempat fraksi menyatakan tidak ikut ambil bagian dalam voting yang digelar Kamis (20/7/2017) malam tadi.

Tak ayal topik Presidential Threshold pun menempati posisi ketiga sebagai topik yang paling banyak dibaca oleh pengguna media berbasis internet. Data tersebut tercantum dalam Google Trends hari ini, Jumat (21/7/2017).

Pembahasan RUU Pemilu memang hangat, lantaran inilah undang-undang yang akan menjadi pedoman khusus pada penyelenggaraan pemilu tahun 2019 mendatang.

Pada pengambilan keputusan Presidential Threshold 20% malam tadi sedikitnya tiga dari lima pimpinan DPR RI menyatakan Walk Out, palu sidang yang sebelumnya dikuasai oleh Fadli Zon kemudian diserahkan kepada Setya Novanto.

Di tangan Setya Novanto lah palu kemudian diketuk dengan menyatakan menyetujui RUU Pemilu menjadi UU pemilu.

Empat fraksi yang menyatakan Walk Out diantaranya Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Parta Demokrat, Fraksi PAN dan Fraksi PKS.

Aksi walk out dibuka dengan pernyataan sikap Fraksi PAN yang disampaikan Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto.

"Kami sampaikan pada kesempatan ini bahwa PAN dalam proses pengambilan keputusan terhadap RUU Pemilu, untuk tahapan berikutnya pengambilan keputusan tingkat dua kami nyatakan kami tidak akan ikut dan tidak bertanggung jawab atas putusan," tutur Yandri.

Pasca ditinggal fraksi-fraksi yang walk out, kursi pimpinan sidang hanya tersisa Setya Novanto dan Fahri Hamzah. Fahri mengatakan, dia tetap tinggal karena memiliki pandangan yang berbeda dari partai-partai yang walk out.

Novanto kemudian menyatakan, secara aklamasi, opsi A disahkan. Fahri menambahkan, dia tetap setuju opsi B sehingga yang benar adalah opsi A minus 1.

"Dengan ini diputuskan hasil RUU pemilu mengambil paket A minus 1. Apakah dapat disetujui?" tanya Novanto dari mimbar paripurna, Jumat (21/7/2017).

"Setuju...." jawab anggota di sidang paripurna.

Berikut isi paket A:
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: sainte lague murni

Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan pandangan pemerintah. Anggota Fraksi PDIP Aria Bima juga sempat menginterupsi.

"Apakah RUU Pemilu dapat disahkan jadi UU?" tanya Novanto.

"Setuju!" jawab anggota. (bn)