Kritikan Fadli Zon Soal Macet Mudik Dijawab Politisi Golkar dan PPP

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

Hiruk pikuk kota besar yang aktivitas warganya sangat padat membuat arus lalu litas sangat padat. Dibutuhkan ketenangan dan kesabaran bilah tinggal di kota yang tiap harinya berlangganan dengan kemacetan.

Jalur transportasi yang paling rawan dengan kemacetan sudah pasti jalur darat, mengingat hal ini merupakan yang paling banyak diakses oleh pengendara.

Lalu apa jadinya jika jalur udara juga mengalami kemacetan seperti jalur darat? Misalnya saja pesawat kebingungan mencari belokan-belokan dan kemana ia harus menerobos kemacetan. Wah sudah bisa terbayang bukan, bukannya saling menerobos, yang ada malah kecelakaan.

Bicara soal kemacetan, ada nih yang lagi heboh dibahas oleh warganet, mengenai pernyataan beberapa politisi yang terang-terangan mengungkap bahwa kemacetan saat mudik tak ada bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya.

Misalnya saja Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menilai moment mudik tahun ini seperti neraka.

"Mobil saya nyangkut dari habis sahur sampai jam 12.30 siang baru naik kapal gitu loh, itu lancar apanya. Itu namanya neraka mudik lah gitu," ujar Habiburokhman di kawasan Menteng, Jakarta Pusar, Senin (18/6/2018).

Berkaca dari kejadian tersebut, Habiburokhman menilai slogan 'mudik lancar' yang diserukan pemerintahan Joko Widodo telah gagal.

"Kemudian saya baca di berita yang 42 kilometer yang macet di berbagai tol, ya menurut saya nggak ada kemajuan signifikan. Hanya yang nggak macet itu ya naik pesawat. Tapi itu kan bukan tolnya Pak Jokowi," ujarnya.

Masih dari politisi Gerindra nihh yang juga merupakan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan, masih parahnya kemacetan parah pada arus mudik dan arus balik, menandakan pemerintah gagal kelola kemacetan mudik tahun ini.

Di sisi lain juga menunjukkan pembangunan jalan tol ternyata tak efektif atasi kemacetan.

“Dari pemberitaan media dan laporan rekan-rekan yang mudik, kemacetan parah masih tetap terjadi di sejumlah ruas tol. Baik pada arus mudik maupun arus balik. Di tol Cikampek pada H-2 Idul Fitri, misalnya, terjadi kemacetan parah hingga 30 kilometer." kata Fadli, seperti dimuat di laman Tribunews.com, Kamis (21/6/2018).

Wasekjen PPP Achmad Baidowi menanggapi pernyataan Fadli Zon, Menurut PPP, Fadli tidak memberikan penilaian terkait persoalan mudik secara objektif. Fadli juga disebut tidak memberikan kritik berdasarkan fakta di lapangan.

"Kalau Gerindra kan selalu menilai pemerintah gagal tanpa mau melihat secara objektif, fakta di lapangan," kata Achmad Kamis (21/6/2018).