Sambut Tahun Baru 2018, Ketua DPRD Mamuju Gelar Doa Bersama Tokoh Lintas Agama

Jakarta, GoSulbar.com -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju, Suraidah Suhardi, menggelar doa bersama tokoh lintas Agama di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Doa bersama tersebut di langsungkan di ruangan Multifungsi d'Maleo Hotel, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, dihadiri tokoh Agama Islam, Kriten Protestas, Kristen Katolik, Hindu dan Budha.

Bupati Mamuju H. Habsi Wahid, Mantan Bupati Mamuju dua periode H. Suhardi Duka, Ketua Komisi II Mamuju'>DPRD Mamuju Febrianto Wijaya, Mantan Pejabat Sekda Mamuju Dauh Yahya, serta puluhan mahasiswa dan masyarakat dari lintas Agama di Mamuju.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018, turut dihadiri Budayawan Sulawesi Selatan (Sulsel) Alwi Rahman, yang mengantarkan materi tentang kebudayaan atau kondisi multikultur di Indonesai dihadapan para tokoh lintas Agama.

Ketua Mamuju'>DPRD Mamuju H. Suraidah Suhardi mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka merawat kerukunan umat beragama di Mamuju dan menjaga kemajemuk, sebab menurutnya, kerukunan beragama merupakan salah satu faktor yang mendorong laju pembangunan suatu daerah.

"Kegiatan ini pada dasarnya berpijak, bahwa pembangunan bukan hanya menyentuh pada aspek fisik saja, melainkan juga bergerak pada arah cita-cita mewujudkan peradaban yang lebih baik,sejahtera lahir dan bathin. Sebab kita tahu bahwa kehidupan majemuk adalah sebuah keniscayaan, oleh sebab itu kita tidak boleh lepas dari ruang-ruang kemajemukan utama kita di Mamuju yang sering disebut sebagai miniatur Indonesai," kata Suraidah.

Ia menjelaskan, merujuk pada indeks kerukunan beragama di Sulbar tahun 2016, telah berada pada angka 69,98. Sementara pada angka nasional indeks kerukunan beragama berada pada angka 75,47 persen atau meningkat hingga 0,17 persen dari tahun sebelumnya, yakni 75,36 persen.

Tapi yang masih di sayangkan, kata legislator Demokrat itu, karena aspek kerjasama lintas imam secara nasional masih berada pada angkat 4,2 persen, artinya masih berada dalam suasana kerukukan yang belum saling mengisi atau belum ada kerukunan yang saling menopan antara pemelik Agama satu dengan yang lainnya.

Sementara kecenderungan potensi munculnya radikal berdasarkan data BNPT tahun 2017, masih berada pada angka 54,5 persen, artinya tingkat potensi radikal berada pada kategori potensi sedang menuju kuat.

"Referensi inilah yang menjadi dasar bagi saya sehingga melaksanakan kegiatan ini, sebab kerukunan dan kerjasama lintas imam merupakan menjadi bagian dari proses laju pembangunan, kita tidak ingin laju pembangunan ini tidak seiring dengan kedewasaan dalam mengolah kemajemukan," ujarnya.

"Kegiatan ini semata-mata betujuan untuk menyegarkan kembali amanat kebangsaan kita yakni mewujudkan Indonesia adil dan makmur, begitu juga mamuju mewujudkan daerah maju, sejahtera dan ramah, sekaligus memberi ruang refleksi bagi pemerintah dan agama-agama tentang upaya kita mengelolah kemajemukan selama ini," tuturnya. (ma/tn)

Sumber:tribunnews.com

No Response

Leave a reply "Sambut Tahun Baru 2018, Ketua DPRD Mamuju Gelar Doa Bersama Tokoh Lintas Agama"