Minta Rujuk Tapi Ditolak, Warga Dusun Bayour Mamuju Tengah Ini Habisi Nyawa Istrinya

Jakarta, GoSulbar.com--  Warga Dusun Bayour, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), Laillang (48) harus berurusan dengan hukum.

Itu lantaran Laillang tega menghabisi nyawa istrinya bernama Satriani pada malam tahun baru dengan cara ditikam menggunakan sajam atau badik di Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah.

Pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Budong-budong, setelah Unit Reskrim Polsek Budong-burong menjemput pelaku sekitar pukul 09.30 Wita di Mapolsek Topoyo. Pelaku menyerahkan diri sekitar pukul 06.30 Wita ke rumah Kanit Binmas Polsek Topoyo, Aiptu Sukirta, usai melarikan diri.

Setelah pelaku datang untuk membujuk, korban menolak sehingga terjadi cekcok dan berujung maut. Sebelum kejadian, korban bahkan membantu menyiapkan makanan karena bermaksud ingin merayakan tahun baru di rumah saudara kandung pelaku.

Kapolsek Budong-budong AKP Haeruddin, membenarkan hal tersebut. Menurutnya pembunuhan terjadi usai korban menolak untuk rujuk kembali dengan suaminya yang sudah lama pisah ranjang. "Pelaku meminta untuk rujuk kembali karena sudah lama tidak serumah, tapi korban tidak mau akhirnya cekcok hingga terjadi pembunuhan," katanya, Selasa (2/1)

Ia mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong akibat menderita luka tikam pada bagian ketiak sebelah kiri, dua luka tikam pada bagian belakang sebelah kiri dan satu luka tikam pada bagian perut.(mt/tt)

Sumber : Tribun Timur

No Response

Leave a reply "Minta Rujuk Tapi Ditolak, Warga Dusun Bayour Mamuju Tengah Ini Habisi Nyawa Istrinya"