Kader IMM Sulbar Desak Polda Usut Pemukulan Dosen Oleh Adik Wabup Mamuju

Jakarta, GoSulbar.com-- Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat (Sulbar) berunjuk rasa di Jl. Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju. Para pengunjuk rasa membentangkan spanduk di badan Jalan Ahmad Kirang.

Mereka menuntut Polda Sulbar untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dosen Sekokah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju, bernama Kaharuddin Baso, yang dilakukan oleh oknum mahasiswa bernama Reza Pababari. Penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (13/1/2018), di dalam kampus Stie Muhammadiyah.

Reza Pababari yang diketahui adik Wakil Bupati Mamuju,Irwan SP Pababari marah lantaran namanya tidak tercatat dalam berita acara final pada hari pertama. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulbar, Rusli, mengatakan pihaknya menurunkan massa gabungan Pimpinan Cabang dan Pimpinan Komisariat IMM se-Sulbar guna unjuk rasa menuntut penyelesaian kasus tersebut secara hukum.

"Saya belum puas tindakan Polda Sulbar, karena tidak tegas melakukan tugasnya dalam mengusut kasus pemukulan ini," kata Rusli usai melakukan orasi. Kasus pemukulan itu, kata Rusli, sebelumnya sudah dilaporkan dan diserahkan kepada pihak kampus untuk selanjutnya diproses oleh Polda Sulbar, Selasa (23/1).

 

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura, yang menerima para pengunjuk rasa, menjelaskan bahwa tidak ada pembiaran dalam kasus pemukulan dosen oleh oknum mahasiswa.

"Proses hukum tetap berjalan. Kasus Sudah Ditangani oleh penyidik Polda Sulbar, Pelapor telah diambil keterangan, selanjutnya dilakukan pemanggilan saksi-saksi guna dimintai keterangan lebih lanjut. Untuk sementara pelaku kita sangkakan pasal Pasal 352 KUHP tentang pemukulan dengan tengan kosong," ujar Mashura.(mt/tt)

Sumber : Tribun timur

 
No Response

Leave a reply "Kader IMM Sulbar Desak Polda Usut Pemukulan Dosen Oleh Adik Wabup Mamuju"