Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Politik Uang di Mamasa

Press conference di ruangan Vikon Polda Sulawesi Barat

Mamuju, Gosulbar.com -- Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar didampingi Wakapolda Kombes Pol Endi Sutendi dan Kabag Ops Kombes Pol Subchan menggelar Press rilis terkait pengamanan Pilkada serentak yang dilaksanakan di dua kabupaten di Sulbar yakni Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamasa.

Baharuddin mengatakan, dalam tahap pengamanan Pilkada sebelum puncak pemilihan (pencoblosan di TPS) terdapat dua laporan pengaduan terkait politik uang di Mamasa berdasarkan laporan Polisi : LP/32/VI/2018/SPKT dan LP/34/VI/2018/SPKT.

"Adapun identitas pelapor yaitu TT (42) dan DM (59)," kata Brigjen Pol Baharudin Djafar, di ruangan Vikon Polda Sulbar, Jl. Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Jumat (6/7/2018).

Sementara itu, Dirkrimum Polda Sulbar Kombes Pol Yaved Duma Perembang mengatakan, kedua kasus tersebut telah ditingkatkan dalam proses sidik dengan melakukan penyitaan barang bukti hingga penahanan terhadap tersangka.

"Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka EL (46) sebanyak dua lembar uang pecahan Rp 100 ribu, tersangka lainnya yakni DP diamankan barang bukti uang tunai pecahan RP.100 ribu sebanyak lima lembar,"katanya.

Meski adanya laporan terkait politik uang di Mamasa, Kapolda Sulbar mengatakan pengamanan Pemilukada serentak di dua Kabupaten Provinsi Sulbar yakni Kabupaten Polman dan Mamasa pada tanggal 27 Juni 2018 berjalan aman, lancar dan demokratis.

Baca Juga:

"Tentunya tidak terlepas dari peran serta seluruh pihak dalam mensukseskan rangkaian pesta demokrasi, demi melahirkan pemimpin yang jurdil dan mampu memimpin daerah menjadi lebih sejahterah,"kata Baharudin Djafar.

Baharudin menyebutkan, tahapan pengamanan pemilukada Polda Sulbar sendiri melibatkan 950 personil Polri ditambah 683 TNI dan 2,612 Linmas yang disebar di 1,283 TPS di kabupaten Polman dan Mamasa.

Sumber: Tribun Timur