Pemuda NTT Ini Soroti Warga Mamasa yang Doyan Sayuran Luar Padahal Tanahnya Subur

Potret Daerah di Kabupaten Mamasa, Tepatnya di Saludengen Kecamatan Messawa.

Potret Daerah di Kabupaten Mamasa, Tepatnya di Saludengen Kecamatan Messawa.

Jakarta, GoSulbar.com -- Hari masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas, dua hari yang lalu di kampung halaman Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa Sulbar. Ibu saya sudah bangun dan menyiapkan pakan untuk empat ekor ternak babi yang ia pelihara. Seekor ternaknya adalah babi betina yang hampir bisa jadi induk.

"Beginilah saya setiap hari, bangun pagi menyiapkan makanan untuk ternak babi" katanya. Tak berselang lama, keramaian di jalan raya poros Polewali Mamasa sudah mulai rame, mulai dari sejumlah anak sekolah jenjang SD hingga SMA yang banyak berjalan kaki menuju sekolah hingga banyaknya penjual sayuran yang mengendarai motor kejar-kejaran membawa sayuran dagangannya.

Kalau disini penjual sayur itu menang banyak, tingginya minat masyarakat pada sayuran yang dijual tersebut membuat penjual sayur selalu pulang dengan barang dagangan yang ludes terjual.

Tidak menampik jika ada yang mengatakan masyarakat kita ini rajin. Akan tetapi rajinnya ini kemudian perlu juga dicari tahu rajin apa? Jadi sepintas masyarakat di Mamasa ternyata lebih banyak yang menyukai beraktivitas untuk segera apa yang disebut dengan uang.

Orang disini beberapa memilih menjadi buruh kerja yang hasilnya langsung bisa diambil nanti sore setelah bekerja seharian.

Tulisan ini saya angkat setelah saya membaca unggahan seorang warganet yang mengaku asalnya dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia adalah Petrus Moe begitu nama akun facebooknya.

Dalam unggahannya di Group Facebook Mamasa Community, Petrus mengungkap pujiannya akan kesuburan tanah di sepanjang wilayah Kabupaten Mamasa. Mulai dari Perbatasan Polewali Mamasa hingga ke Sumarorong katanya. Dan bisa jadi sampai ke Mamasa (menurut penulis), tanahnya begitu subur.

Akan tetapi, ia sedikit sedih lantaran kesuburan tanah tersebut tidak begitu dimanfaatkan. untuk lebih jelasnya berikut tulisannya.

Baca: Mobil Terperosok Ke Jurang di Perlintasan Tamalantik dan To’pinus

"Saya asal NTT pernah ke Sumarorong waktu saya naik Motor dari Polewali-Sumarorong sy lihat tanahnya subur sampai Sumarorong ada hal yg membuat sy bertanya kenapa penjual sayur mayur harus datang jual di Sumarorng dan ketempat yg lain? sedangkan jaraknya cukup jauh tapi mereka sangat tekun.

Beberapa hari sy tinggal di Sumarorong sy coba pergi ke bandara dan yg sy lihat tanahnya sangat subur tetapi gak ada tanaman2 seperti sayur sayuran dan tanaman yg lain

Lalu sy berpikir kenapa tanah yg subur ini gak di manfaatkan untuk kesejatraan mereka?

Secara tidak sadar keuangan kita di ambil oleh orang lain dgn kerja keras mereka yg sebenarnya tidak mengapa?karena kurangnya kepekaan dari orang2 yg kita anggap pemimpin kita. Ada alasan sy kenapa tanah yg subur itu tidak dibudidayakan?

1. Tidak ada pendidikan tentang pertanian bagaimana mengolah tanah yg subur.
2. Ekonomi yg sangat rendah.

Mungkin masih ada alasan2 yg lain...

Ini menjadi catatan yg serius bagi rakyat yg ada di Kab Mamasa.Siapakah yg bisa membuat terobosan2 untuk menjadikan Rakyat Mamasa yg Makmur dan Sejahtera?

Oleh sebab itu pilih Seorang sosok Bapak yg punya hati dan kepekaan yg tinggi terhadapa Rakyatnya...by: Petrus Moe."

Kirimkan komentar Anda dan apa solusi menurut Anda mengenai keadaan seperti ini?