Isu Sara Saat Pilkada DKI Berdampak Juga ke Mamasa

Rudi Salam

Isu Sara Saat Pilkada DKI Berdampak Juga ke Mamasa

Jakarta, GoSulbar -- Pilkada DKI usai sudah dan dimenangkan oleh pasangan nomor urut tiga. Akan tetapi penggunaan isu sara saat masa-masa kampanye masih belum bisa diredam, bahkan telah menjalar ke daerah-daerah.

Hal serupa mulai terasa di kalangan netizen khususnya dari wilayah Kabupaten Mamasa. Tidak tanggung-tanggung seorang pengguna media sosial Facebook Rudi Salam bahkan tegas mengatakan, bahwa Mamasa yang akan datang harus dipimpin oleh orang kristen.

"Tidak ada kata lain Mamasa Tahun 2018 harus dipimpin oleh orang Kristen sebagai orang mayoritas seperti halnya di DKI yang tidak memberi kesempatan Non Muslim sebagai Pemimpin bahkan Nasrani dianggap sebagai kafir," Tulis Rudi Salam di salah satu pintasan Facebook, Selasa (9/5/2017).

Rudi mengatakan, agar para pendukung fanatik salah satu calon untuk berhenti memberi dukungannya.

"Untuk itu sadarlah para penjilat kekuasaan yg sedang mengharapkan proyek, jabatan dsb (dan sebagainya-red)" lanjut Rudi.

Ia bahkan menganggap Bupati Mamasa saat ini tidak memiliki prestasi dalam pembangunan di Kabupaten Mamasa.

Pernyataan kontroversi tersebut hingga Jumat (12/5) juga tak kunjung dihapus, dan telah mendapat respon dari pengikut pintasan lainnya; ditanggapi sebanyak 131 pengguna Facebook dan telah dikomentari sebanyak 121 kali.