Buku “Menilai Zaman” Karya Paulus B Menimbulkan Keresahan

BukuJakarta, GoSulbar.com -- Warga Masyarakat Kabupaten Mamasa, secara khusus yang berdomisili di keadatan Sesena Padang menolak dengan keras buku yang berjudul 'Menilai Zaman'.

Buku 'Menilai Zaman' merupakan buku yang ditulis oleh Dr, Paulus Bosong ini menuai kontra lantaran dianggap menghina adat Sesena Padang, Kecamatan Mamasa, Kabuapten Mamasa, Sulbar.

Dalam sebuah surat yang tersebar di media sosial yang diberi judul "Pernyataan Sikap" mengungkapkan mengenai sepenuhnya buku tersebut diterbitkan oleh BPS GTM.

Berikut Isi surat tersebut:

"Kami masyarakat Sesenanpadang yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat menyikapi buku karangan Dr, Paulus Bososng yang berjudul "Menilai Zaman" yang diterbitkan oleh (BPS GTM) cetakan pertama 2017. Yang memberi gelar Daerah Keadatan di Kondosapatak dimana Orobua dia beri Gelar "TODIKOKOI BURIA'NA TODITUNGKA'I PANITONA" adalah sebuah gelar yang menista daerah keadatan di Sesenapadang karena gelar Orobua yang sesungguhnya adalah "INDONA SESENAPADANG 'PETOE SARAKKA'BULAWANNA KONDOSAPATA'". Fakta gelaran ini dimana SARAKKA' BULAWAN dimaksud ada di Sesenapadang dan dapat dibuka untuk dilihat jikalau diadakan ritual adat, fakta lain ketika Ditundan Mana' diruyong Kabiasaan maka Orobua Indona Sesenapadang Bertanggung jawab ummindoi kalangganan To'pao umpasadia Bai Ballang.

Dengan penistaan tersebut maka dengan ini kami mengajukan pernyataan sikap yang dituangkan dalam bentuk tuntutan sebagai berikut:

1. Oleh karena Sesenapadang sedang Berdukacita dengan meninggalnya Pemangku Adat Indona Sesenapadang (Almarhum Bapak Bongga Tiboyong) yang masih disemayamkan sampai sekarang ini (Songka Barana' Layukki Tibambang Tangdiwasei Nakalakpakan Potedibolong Naluang Sissin Barata). Dengan kondisi yang demikian muncul Buku saudara Paulus Bosong yang melakukan penistaan terhadap keadatan, kami pandang bahwa peristiwa ini (DIPA'PENDUAN MATEKAN) Oleh karena itu, Paulus Bosong dan semua yang terkait dengan bukunya tersebut, harus melakukan permohonan maafsesuai dengan ketentuan adat yang berlaku. Untuk membaca surat selengkapnya 

No Response

Leave a reply "Buku “Menilai Zaman” Karya Paulus B Menimbulkan Keresahan"