Aksi Politik di Area Pura Tanah Lot Bali Melanggar Etika dan Kesucian Pura

Atribut Politik yang dipampang pendukung salah satu calon Bupati Mamasa 2018 di Grup FB WARKOP to MAMASA

Jakarta, Gosulbar.com -- Kegiatan dalam bentuk apapun yang bernuansa politis merupakan hal yang dilarang di area suci, seperti pura di Bali. Tak terkecuali Pura Tanah Lot yang kesuciannya sangat dijaga oleh umat Hindu setempat.

Hal ini sejalan dengan peringatan agar tidak ada aksi politik di area suci tersebut.

Kegiatan dilakukan oleh masing-masing pasangan calon, serangkaian sosialisasi yang kini gencar dilakukan. Kampanye terselubung ini juga kerap dilaksanakan di areal tempat suci dengan dalih acara persembahyanan bersama. Atas kondisi itu, PHDI Bali kembali mengingatkan agar seluruh kandidat tidak melaksanakan kegiatan kampanye di areal tempat suci.

Pada Senin, (5/2/2018) Wakil Ketua PHDI Bali, Drs Ketut Pasek Swastika menegaskan areal tempat suci harus steril dari atribut kampanye, apapun bentuknya.

“Silahkan sembahyang, siapapun tidak bisa melarang. Namun dengan pakaian sembahyang dan tidak boleh ada atribut yang berkaitan dengan Pilkada,” tegasnya.

Lanjutnya, areal tempat suci, baik pada areal utama mandala, madya mandala dan nista mandala harus steril dari atribut apapaun yang berkaitan dengan politik.

Pasek Swastika menambahkan, dalam waktu dekat ini Sabha Pandita PHDI Bali akan membuatkan bhisama terkait larangan tersebut.

“Secara etika kegiatan politik seperti kebulatan tekad di areal pura tidak diperbolehkan. Mengingat acuannya tempat suci steril dari kegiatan politik,” jelasnya lagi.

Terkait larangan itu, Ketua Tim Pemenangan Kertha-Maha, Ida Bagus Nyoman Rai menyebutkan paslonnya tidak akan menempuh cara-cara seperti kebulatan tekad dan memobilisasi masa.

“Kebulatan tekad sudah dilarang sejak jaman Pilkada jauh sebelumnya. Kami memiliki pola pergerakan yang berbeda, konsep yang berbeda dan lebih melakukan dengan cara door to door,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Tim Pemenangan Paket AMAN, I Wayan Tagel Winarta, menegaskan jika pihaknya juga memantangi menodaan pura.

Munculnya potret atribut politik salah satu calon Bupati Mamasa 2018 yang dipampang oleh dua orang yang mengatasnamakan ER COMMUNITY ini merupakan hal yang masuk dalam kategori tersebut.

"Tanah lot untuk Harmonis" tulis Angel di Grup Fb WARKOP to MAMASA, Selasa, (3/7/18)

Gambar ini akan didalami apakah masuk dalam ranah melanggar etika sebagaimana diutarakan Wakil Ketua PHDI Bali, Drs Ketut Pasek Swastika di atas atau tidak.