Begini Cara Menulis Peristiwa di Sekitar Kita Meski Bukan Jurnalis

Menulis 1Menulis merupakan hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh semua individu. Kendati demikian menulis kadang kala lebih diidentikkan sebagai tindakan yang erat hubungannya dengan dunia jurnalistik. Hal ini didasarkan bahwa menulis suatu peristiwa secara mendalam merupakan kegiatan jurnalis.

Lalu bagaimana cara menulis peristiwa di sekitar kita? Meski Anda bukan jurnalis sebetulnya hal ini sangat bisa dilakukan tanpa harus berpikir panjang kali lebar. Pada intinya apa yang Anda saksikan maka itulah inti dari apa yang akan Anda sampaikan melalui tulisan. Misalnya ada suatu peristiwa kebakaran, maka yang perlu disampaikan pada khalayak adalah peristiwa kebakaran itu sendiri, kapan peristiwa itu terjadi (kalau perlu jamnya juga disebutkan) dimana peristiwanya terjad, serta apakah ada korban atau kerugian apa saja yang ditimbulkan.

Tetapi karena sekaran adalah jaman serba cepat maka Anda bisa saja memecah beberapa informasi ini menjadi beberapa kata kunnci. Tujuannya adalah untuk mendapatkan banyak jumlah artikel, hal lainnya yakni supaya informasi soal 'kebakaran' tadi segera mungkin diketahui orang banyak. Nah yang penting jika seperti ini Anda cukup menyampaikan informasi seputar apa yang terjadi.

Karena kamu mau menyampaikan soal kebakaran maka cukup sampaikan telah terjadi kebakaran + lokasi kejadian + waktu kejadian.

Soal berapa kerugian, siapa rumah yang terbakar, penyebab kebakaran, dan dugaan sementara semuanya itu bisa menyusul.

Berikut ini contohnya "Kebakaran di Tabone Si Jago Merah Menghanguskan Sebuah Rumah" informasi ini sangat singkat, hanya sekilas menyampaikan informasi bahwa telah terjadi suatu peristiwa yakni kebakaran di Tabone (tempat) yang menghanguskan sebuah rumah (benda yang terbakar).

Karena masih sifatnya standar maka dalam berita tersebut belum disebutkan apa penyebab kebakaran, berapa jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut dan bagaimana peristiwa itu bermula.

Lalu bagaimana dengan peristiwa lain, kan dalam kehidupan sehari-hari kita kan banyak sekali hal-hal yang menarik untuk ditulis tapi menulis itu kadang dirasa sulit.

Peristiwa lain ini bisa berupa suatu kegiatan. Jika kamu orang organisasi ini bisa saja jadi salah satu referensinya, katakanlah kemarin kamu melakukan suatu kegiatan 'basar' (pencarian dana). Teman-teman bisa membuat tulisan seputar basar ini dalam artikel yang singkat sampai artikel yang sangat panjang sekalipun.

Intinya yang perlu kamu sampaikan bahwa hari kemarin kamu dan kawan-kawanmu telah melaksanakan suatu kegiatan yakni basar. Jadi dalam basar itu siapa saja yang hadir bisa jadi bahan tulisan, selanjutnya mengapa basar itu diselenggarakan atau untuk apa itu diselenggarakan.

Selanjutnya dimana basar itu diselenggarakan, berapa jumlah pemasukan kalian setelah menyelenggarakan basar tersebut.

Jadi fokus dari dua contoh tersebut diatas (soal kebakaran dan acara basar Organisasi) adalah untuk memberi pandangan pada kawan-kawan bahwa menulis itu sebenarnya bukan hanya kegiatan para jurnalis. Bahkan bisa saja jika kalian menulis suatu peristiwa di akun sosmed kalian, hal itu bisa dijadikan kajian para jurnalis yang memang sering berselancar di dunia maya. Berita-berita yang mereka sajikan itu kemudian disebut sebagai Netizen News.

Jadi gimana, menulis itu mudah bukan? Mari Menulis!

No Response

Leave a reply "Begini Cara Menulis Peristiwa di Sekitar Kita Meski Bukan Jurnalis"