88 Orang Di Purwakarta Diduga DBD, Dinkes Kebanjiran Order Fogging

ssfdfPurwakarta, GoSulbar.com -- Sebanyak 88 orang di Kabupaten Purwakarta diduga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama awal januari 2016 hingga hari ini. Meskiada yang meninggal, namun belum bisa dipastikan karena DBD.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Meisera Ramayanti, saat berbincang melalui telepon dengan detikHealth, Jumat (29/1/2016).

"Sampai hari ini ada 88 orang yang suspek DBD. Jumlah itu 39 orang di rumah sakit dan 49 lainnya di puskesmas," jelas Meisera. Menurutnya dari 88 orang tersebut belum dapat dipastikan mengidap DBD, namun gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk.

Begitu pun dengan informasi adanya lima orang yang meninggal dunia selama Januari 2016, juga belum dipastikan karena DBD.

"Untuk memastikan dia benar DBD itu butuh cukup memakan waktu untuk penelitian juga biaya. Makanya perlakuan terhadap suspek kita samakan tindakannya dengan penanganan DBD," katanya.

Meisera mengungkapkan, musim pancaroba biasanya memang rentan berkembangnya penyakit DBD. Untuk itu dia berharap agar masyarakat mulai memperhatikan pola hidup bersih dan menggalakan kegiatan 3M (Menutup, Menguras, dan Mengubur).

Saat ini, kata dia, sudah banyak permintaan fogging dari masyarakat. Bahkan dalam sehari bisa dua kegiatan di tempat berbeda. Namun pihaknya menilai fogging bukan menjadi solusi utama untuk penanganan DBD.

"Jangan panik, yang penting itu 3M. Itu sederhana. Perhatikan juga kolam dan tempat minum hewan yang ada genangan air, biasanya ada jentik nyamuk. Terkecuali kolam yang ada ikannya terutama cupang itu malah bagus," bebernya.

Lebih lanjut Meisera megatakan ada beberapa daerah yang menjadi langganan DBD, di antaranya adalah Kecamatan Purwakarta Kota, Kecamatan Cibatu, Kecamatan Bungursari, dan Kecamatan Darangdan. "Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati," tutup Meisera.

Tags:
No Response

Leave a reply "88 Orang Di Purwakarta Diduga DBD, Dinkes Kebanjiran Order Fogging"