Rencana Selundupkan 6 kg Narkoba Jenis Sabu ke Mamuju, Warga Tarakan Langsung Diciduk

Jakarta, GoSulbar.com -- Seorang lelaki usia lanjut N (67) ditangkap Kepolisian Daerah Kalimantan Timur karena menyeludupkan 6 kg narkoba jenis Sabu. Sabu asal Tawau, Malaysia rencananya akan diselundupkan ke Mamuju, Sulawesi Barat. Pelaku membagi-bagikan paket tersebut kedalam enam paket besar.

Direktur Reserse Kriminal Komisaris Besar (Kombes) Polisi Kris Erlangga AW mengatakan saat ditangkap, narkobanya terbagi dalam 6 paket besar dengan berat 1,1 kg dan 5 paket masing-masing seberat 900 gram lebih. Warga Tarakan ini sudah di TO sejak di kota Tarakan, Kaltara.

 “Kami melacaknya sejak pelaku dari Tarakan, Kaltara pada 9 Oktober lalu,” tuturnya. Dari pengakuan N memiliki 5 cucu dan dijanjikan mendapatkan bayaran cukup besar Rp120 juta. “Saya dijanjikan yang punya barang Rp20 juta perpaket. Kebetulan anak lagi butuh kuliah butuh Rp70juta. Jadi kalau saya berhasil dikasih Rp120juta,” tuturnya dengan nada lemah.

 “Dia mulai dengan menyeberang ke Tanjung Selor (Kaltara) dengan naik speedboat dilanjutkan perjalanan darat dengan mobil sewaan,” katanya.Pelaku ditangkap saat mobil berhenti di loket tiket langsung diamankan dengan mobil sewaan.

Sopir mobil travel sempat ditahan polisi hingga 5 hari untuk turut dimintai keterangan. Sopir itu kemudian dilepaskan karena tidak ditemukan kaitan dengan N dan bisnis narkoba. Kepada polisi, N antara lain mengaku dijanjikan upah hingga Rp120 juta untuk mengangkut barang terlarang tersebut. Upah baru akan dibayar di tempat tujuan.

Polisi menjerat N dengan pasal 112 ayat 2, pasal 114 ayat 2, dari Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati. Polisi juga memastikan bahwa amfetamin yang dibawa N adalah buatan lokal Tawau, dan bukan merupakan terusan dari China. Kota-kota besar di Indonesia menjadi target penjualan narkoba tersebut.(mt/we)

Sumber : Warta Ekonomi.co.id